BELAJAR DARI MARKUS 1:21-28

BELAJAR DARI MARKUS 1:21-28

Pertama, Kapernaum artinya desa Nahum. Apakah Kapernaum tempat tinggal nabi Nahum? Dalam catatan tidak ada Nabi yang berasal dari Kapernaum.
Kapernaum markas utama Tuhan Yesus. Yesus sering tinggal di sana (Mat. 4:12-13). Di sanalah Dia bertemu dengan beberapa murid pertama-Nya (Mat. 4:18-22), serta mengajar di rumah ibadat pada hari-hari Sabat (Luk. 4:31). Di kota itu, Yesus menyembuhkan orang-orang yang dirasuk setan, menyembuhkan ibu mertua Petrus, dan mengadakan banyak mukjizat lain (Luk. 4:23, 40-41). Kapernaum adalah salah satu kota di mana Yesus paling banyak melakukan mukjizat. Pengajaran-Nya yang penuh kuasa membuat mereka takjub (Luk. 4:32), namun mereka tetap tidak bertobat, tidak memercayai Yesus sebagai Mesias (ay. 20). Sehingga dalam Injil Lukas 10:15 Kapernaum kota yang dikecam “Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!”

Kedua, Dalam rumah ibadah ada seorang yang kerasukan setan (unclean demon-Setan kenajisan). Tak ada seorang pun yang tahu bahwa dirasuki roh jahat karena dia ada dalam rumah ibadah (gejala tidak kelihatan seperti covid-19 orang tanpa gejala). Mungkin iblis menyamar sebagai malaikat terang dalam persekutuan. Sebab dalam cerita ini tidak diterangkan bagaimana orang itu mendapat penyakit yang demikian. Setelah atau sementara Yesus mengajar baru roh jahat berteriak.
Roh jahat itu tunduk kepada kata-kata Yesus yang penuh kuasa sehingga dalam Lukas 4:36 orang Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.”

Ketiga, Yesus Mengajar Seperti orang yang berkuasa tidak seperti ahli Taurat. Kita coba membandingkan dengan Matius 7:29.
a) pengajaran Yesus membebaskan, memberi kelegaan (bdk; Matius 11:28-30). Karena Dia melandaskan pengajaran-Nya pada Diri-Nya sebagai Anak Allah yang penuh kuasa. Sedangkan pengajaran ahli taurat mencari kuasa untuk membenarkan ajaran mereka. Sedangkan ahli taurat ajarannya membuat umat semakin terbeban dan menakuti. Legalisme. Sehingga Yesus bilang, hukum taurat untuk manusia atau manusia untuk hukum taurat?
b) mengajar dengan kuasa dan mengajar untuk membagi pengetahuan berbeda. Yesus mengajar dengan kuasa karena ketika Ia mengajar lalu melakukan, sedangkan ahli-ahli taurat hanya membagi pengetahuan bagi umat.
c) kalau kita membandikan dengan kesan pendengar dalam Matius 7:29 (khotbah Yesus dibukit) bahwa Yesus mengajar mengunakan contoh yang sederhana, bahasa yang sederhana, bahasa hati bukan bahasa otak saja. Mengajar itu harus menyentuh hati karena di situlah dapur kehidupan.

Keempat, Kuasa mengajar Yesus dari kata Yunani yg dipakai dalam Markus. 1:22 adalah “eksousia” yang berarti wewenang atau otoritas ilahi. Tampaknya otoritas ilahi untuk mengajar itu tidak dimiliki oleh ahli taurat. Yesus memilikinya (bdk. Mat. 28:18).
Yesus bukan hanya punya otoritas melainkan juga kuasa (Yunani: dunamis), yakni daya ilahi (power), semacam daya sakti. Dengan otoritas dan daya ilahi itulah Ia bisa mengusir roh jahat dan menyembuhkan sakit penyakit. Hal itu pula menimbulkan rasa takjub dari mereka yang mendengarNya. FN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *