AKU TAHU KEPADA SIAPA AKU PERCAYA

BELAJAR DARI II TIMOTIUS 1:3-18

AKU TAHU KEPADA SIAPA AKU PERCAYA

Surat 2 Timotius kaya makna. Namun saya mencatat beberapa hal sesuai ayat 7, 8, 9 dan ayat 12.

Pertama, Ketakutan Timotius.
Ia takut karena masih sangat. Apalagi orang tua rohaninya, Paulus, mendekam dalam sel karena Pemberitaan Injil. Selama menemani Paulus dalam pelayanan ia banyak melihat langsung penderitaan yang Paulus alami.
Ia takut berhadapan dengan ajaran sesat yang berkembang saat itu.
Karena ketakutan itulah dalam ayat 7 dia bilang: Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Dalam surat Rom. 8:7 “bukan roh perbudakan sehingga membuat kita takut…” Roh yang membangkitkan kekuatan I Kor. 2:4, dan tentang roh kasih di Rom. 5:5. Yang dimaksud dengan ketertiban menurut catatan bahasa aslinya yakni kematangan akal budi (bdk. I Tim.3:2; Tit. 1:8).
Paulus mengingatkan kepada Timotius agar meninggalkan rasa takut itu sebab, Allah memberikan kepada kita………… Timotius dilengkapi keberanian, kekuatan, kasih dan penguasaan diri dalam Pelayanan dengan baik.
Ayat 8 merupakan kesimpulan dari ayat 7. Berdasarkan pemberian Allah kepada Timotius yang memperlengkapi dia dengan keberanian, kekuatan, kasih dan penguasaan diri itu, tidak perlu malu bersaksi. Juga jangan malu menderita karena Pelayanan yang dilaksanakan karena dalam penderitaan ada kekuatan Allah. Kekuatan Allah yang diberikan kepada Timotius untuk menderita karena panggilan Pelayanan bagi Injil mempunyai dasar yang kuat, yaitu :  dasar keselamatan. Dia yang menyelamatkan kita. Kekuatan itu didasarkan atas keselamatan yang dikerjakan Allah melalui kematian dan kebangkitan. Keselamatan itu adalah sumber yang tidak habis-habisnya, yang terus mengalir kekuatan yang orang dapat percaya. Dasar panggilan. Dialah yang memanggil kita dengan panggilan Kudus. Keselamatan tidak didasarkan perbuatan baik kita, melainkan didasarkan atas maksud dan kasih karunia-Nya sendiri. Mendahului mereka perbuat kita Allah telah mengaruniakan kasih karunia itu di dalam Yesus Kristus sebelum permulaan zaman (bdk. Ef. 1:4; Tit 1:2) kemudian memanggil kita dengan panggilan Kudus lewat Pemberitaan Injil. Kasih karunia Allah mengatur keselamatan kita maka keselamatan kita terjamin.
Itulah yang menjadi kekuatan yang diberikan kepada Timotius mempunyai dasar-dasar yang kokoh.

Kedua, karena Aku tahu kepada siapa aku percaya. Ucapan ini menarik karena Paulus tidak bilang, “aku berpendapatan” melainkan “aku tahu”. Sebuah ungkapan kepastian Iman. Paulus sungguh-sungguh telah bertemu dengan Yesus. Paulus tidak berteori tentang Yesus. Bagi dia, Yesus adalah tokoh yang dikenal dan dijumpai setiap hari dan memberi kepada dia bimbingan dan kekuatan. Ia tidak mengatakan “aku tahu apa yang kupercaya,” melainkan “aku tahu kepada siapa aku percaya”.
Itulah yang membuat Paulus setia memberitakan Injil. Itulah yang membuat Paulus tidak malu seperti dia anjuran kepada Timotius (8). Ia melihat perjuangan itu sebagai sebuah kehormatan.

Ada dua alasan:
1. Aku tahu kepada siapa aku percaya, yaitu Allah yang Maha Besar, Tuhan. Dia dipakai oleh Allah yang Maha Besar itu adalah sebuah kehormatan.
2. Aku yakin, bahwa Dia berkuasa memelihara apa yang telah dipercayakan (dititipkan) kepadaku hingga pada hari Tuhan. Apa yang dipercayakan kepada Paulus adalah Injil dan tugas Pemberitaan dan Pengajaran. Paulus sadar bahwa dengan kekuatannya sendiri ia tidak bisa memelihara barang kepercayaan ini sampai akhir hayat namun dengan kekuatan Allah memampukan dia dan Timotius untuk memberitakan dan mengajar sampai akhir hayat (hari Tuhan). Sebab Allah yang memanggil kamu ada setia. FN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *