“ANTARA BANGUN GEDUNG GEREJA DAN BANGUN GEREJA”

Kebaktian sykuran  & peletakan batu pertama   pembangunan  Gedung  Gereja  Maranathta  Nifu Hue klasis  Amanuban Timur

 

Sabtu, 11 Mei 2019 menjadi hari bersejarah dalam pergumulan pelayanan jemaa  GMIT  Maranatha Nifuhu’e, klasis Amanuban Timur. Jemaat mengucap syukur karena telah dibangunnya pondasi gedung kebaktian yang baru ditandai dengan kebaktian syukuran  peletakan batu pertama secara simbolis.

Maranatha Nifuhu’e  adalah salah satu mata jemaat  dari   lima  mata  jemaat     dalam  jemaat bermata  jemaat  yang  Diberi  nama Anugerah Mauleum.

Mata jemaat  Maratha Nifu Hue   memiliki   82 kepala keluarga (KK)  dengan mata pencaharian utama adalah petani lahan kering yang hanya bekerja saat musim hujan  tiba untuk satu kali panen yang kemudian digunakan untuk kebutuhan hidup sepanjang tahun.

Pergumulan paling mendasar dalam jemaat ini adalah kesenjangan sosial terkhususnya mengenai kebutuhan hidup sehari-hari.

Di tengah-tengah pergumulan ini, jemaat memberi diri dan semangat mereka untuk membangun sebuah gedung kebaktian yang baru dengan ukuran 12 x 252 meter  karena gedung kebaktian yang sekarang tidak layak lagi. Semangat ini dibuktikan dengan pengerjaan fondasi dalam waktu kurang lebih 2 hari.

Selain itu, adapun pihak lain yang mendukung kegiatan pembangunan ini yakni anak-anak jemaat yang berada di luar daerah, swadaya jemaat  dan dukungan para donatur.

 

Acara  peletakan  Batu  pertama   diawali dengan Ibadah Syukur yang dipimpin oleh Vikaris Selvina Balawa-Laimeheriwa, S.Th (Liturgos) dan Pendeta Saneb Y. E. Blegur, S.Th (Pengkhotbah).  Mendasari  Bacaan Kitab  Suci   berdasarkan   Hagai 2 : 16 – 20.  Pendeta  saneb menyampaikan  ….pokok

  1. Hagai  adalah  seorang  Nabi  Yang  diutus  oleh Allah untuk  menyampaikan Isi Hati Allah  yaitu  mengingkatkan  bangsa  Israel  untuk membangun  kembali  Bait SUci yang  telah
  2. Penting juga  untuk  membangun  gedung  gereja  apalagi  gedung  gereja suda  tidak  layak, rusak dan  tidak  representasi  lagi    namun    lebih  penting  adalah membangun  gereja  yang  hidup  yakni  mengutkan  iman, melayankan  pemberitaan  Firman Tuhan  kepada  jemaat ,  bersama  menaikan  puji-pujian ,  memecahkan  roti untuk  melayani  orang  miskin dan  terbelenggu (   seperti yang  tertulis  dalam  Nats  pembimbing Kisa rasul  2 : 43)  jangan  karena  alasan  pembangunan  seorang  penatua , diaken  dan  pengajar  tidak  lagi  memberitakan firman  Tuhan ,  jangan  karena  alasan  pembanguann  gedung  gereja  mulai  kosong  karna  alsan  cape  bekerja  sepanjang  hari, jangan  karena  alasan    Jemaat  dikasih  disiplin  dengan  tidak  melayani  mereka  karena  tidak setor  iuran  pembangunan (bangun gedung  gereja  memang  penting  tetapi  lebih  penting  adalah  bangun  Gereja-Nya  karena  di surge  Tuhan  tidak  Tanya  selama  menjadi  penatua  berapa  banyak  gedung  gereja  yang  dibangun  melainkan    berapa  banyak  orang  yang  datang  ikut Tuhan .
  3. Pdt saneb juga mengingatkan  bahwa   kecenderungan  orang  membangun  Gedung  gereja  dimana-mana sealu  hanya  untuk mencari  nama  besar, cari  pujian   sehingga  pekerjaan  pembangunan tidak  jarang  dirundung  konflik  hingga  berujung pada  perpecahan    karena  itu  mata  jemaat  Maranatha  harus  menjadi  contoh  yang baik  bagi  jemaat-jemaat  Lain  yakni  harus  menjadi  teladan  dalam  hal  pembangunan  Gedung  gereja .  gereja  yang  dibangun  ini adalah  milik  Tuhan, Rumah  Tuhan , sebagai  tempat  orang  percaya  berjumpa dengan  Tuhan  dan  memuliakan namamanya  bukan untuk  mencari  nama  besar  bagi  suku,  keluarga  , marga  tertentu 

Kegiatan  ini  juga  dihadiri  oleh  pemerintah  Desa  Mauleum, dalam  sambutannya Kepala Desa Mauleum Bpk  Zakarias  Kikhau  menekankan  tentang pentingnya kerja sama  dan  partisipasi  jemaat  dalam  pekerjaan  pembangunan. yang paling penting adalah partisipasi. Kalau mau  membangun berarti mau  memberi diri untuk ikut berpartisipasi

Sebagai  pejabat  pemerintah  di desa  Mauleum,  ia  memberi  dukungan  sepenuhnya  untuk  proses   pembangunan   karena  menurutnya   berhasil atau tidaknya  pekerjaan  pembangunan  sangat  tergantung  pada  kesiapan  diri  seluruh  jemaat  marantha  Nifu Hue.

Dalam Acara Peletakan Batu Pertama secara simbolis dipercayakan kepada

  1. Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur (Pdt. Saneb Blegur, S.Th)
  2. Kepala Desa Mauleum (Zakarias Kikhau)
  3. Perwakilan Tokoh Jemaat (Jeremias Tasib)
  4. Ketua Majelis Jemaat Anugerah (Pdt. Wiliradith Maniley, S.Th)

 

Acara ini dihadiri oleh Jemaat dan para undangan dan diakhiri dengan Ramah Tamah bersama.

 

Vicaris  Jeny Makleat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *