BAPAK PRESIDEN BAPAK WAKIL PRESIDEN

Pdt. Frans Nahak

BAPAK PRESIDEN BAPAK WAKIL PRESIDEN

Pdt. Frans Nahak

Tulisan ini merupakan refleksi teologis Kristen; Pertama, pemilihan presiden dan wakli wakil presiden telah selesai dan hari ini Indonesia memiliki priseden dan wakil presiden yang baru.   Kedua, sekilas         akan dipaparkan konsep pemimpin yang menjadi bapak, dan  akan membuat refleksi teologis tentang Allah pemimpin yang menjadi Bapa.

KONSEP TENTANG BAPAK

Hari ini tanggal 20 Agustus kita akan memiliki presiden dan wakil presiden yang baru, yaitu bapak Jokowi Widodo dan bapak  Ma’ruf Amin. Karena kedua calon pemimun Indonesia lima tahun ke depan adalah laki-laki maka kita akan menyebutnya sebagai “bapak”.

Pertama, Istilah bapak muncul dalam keluarga yakni menunjuk kepada seorang laki-laki yang mempunyai isteri dan anak-anak (hubungan biologis). Kedua, dalam perkembangannya sapaan bapak memperoleh dimensi yang baru. Laki-laki sering juga disapa bapak di lingkungan kantor, sekolah, tempat di mana ia bekerja. Sapaan bapak dalam pokok yang kedua ini memiliki konotasi makna yang berbeda, di mana orana-orang yang menyapa bapak memeliki idealisme tertentu yang ingin mereka wujudkan atau mereka memiliki idealisme yang sama, dan mereka ingin mengejar idealisme itu. Jelasnya, istilah bapak dalam pemaknaan ideal mengandung di dalamnya harapan yang dipercayakan kepada seorang sebagai pemimpin. Maka dengan demikian, harapannya adalah pemimpin menjadi bapak yang memperjuangkan idealime tersebut.

URGENSI PEMIMPIN YANG MENJADI BAPAK

Seorang pemimpin yang menjadi bapak adalah: Pertama, ia hadir dan dibutuhkan di mana-mana, dari aras keluarga, masyarakat, pemerintahan, pendidikan, politik, gereja, dll. Tidak mungkin suatu aktivitas tercapai tanpa dia. Kedua, kehadiran pemimpin sebagai bapak tidak hanya urgen tetapi selalu strategis karena kehadiriannya menentukan gagal atau sukses suatu tujuan. Kerena itu seorang pemimpin yang menjadi bapak menjadi harapan untuk masa depan yang lebih baik. Orang selalu menggantungkan harapan baru dalam setiap kali suksesi. Ketiga, seorang bapak merangkul, menolong, merawat dan mengasihi semua anak-anaknya tanpa memandang muka, dan berusaha agar setiap anak-anaknya berhasil. Bapak yang baik bekerja untuk kesejahteraan anak-anaknya.

Urgensi dan ekspetasi tinggi terhadap seorang pemimpin yang menjadi bapak berhadapan dengan fenomena paradox saat gagal direngkuh dalam aras realita. Banyak pemimpin yang gagal memimpin dan menjadi bapak bagi semua komponen. Kekecewaan terhadap pemimpin meluap di mana-mana,dan diekspresikan melalui aksi-aksi demonstrasi. Lima tahun ke depan mata hati kita diarahkan bapak Jokowi dan bapak Ma’ruf Amin yang menjadi bapak yang ideal bagi masyarakat Indonesia.

Pokok teologis tentang sebutan Tuhan Allah sebagai Bapa, itu lahir dari kesaksian orang-orang beriman tentang pengelaman mereka melalui karya penyelamatan Allah yang dikerjakan dalam Kristus. Hal utama yang membuat Israel menyebut Allah sebagai Bapa, karena Allah yang MENCIPTAKAN atau yang MELAHIRKAN, seperti seorang bapak yang melahirkan anak-anak. Itu berarti tanpa prakarsa Allah tidak ada bangsa Israel, seperti tidak ada bapak maka tidak ada anak yang lahir. Allah juga yang meneguhkan, merawat dan memilihara. Sebutan bapak untuk manusia tidak tergantung pada karya melainkan tergatung pada hubungan darah (biologis) tetapi sebutan Allah sebagai Bapa tergantung pada karya-Nya. Allah tidak disebut Bapa kalau tidak melakukan apa-apa kepada Israel. Kebapaan Allah dibuktiakan lewat karya-Nya yang ditunjukan kepada anak-anak-Nya. Jadi bapak untuk manusia bisa statis, mandek, tanpa gerak dan tampa dinamika tetapi sebutan Bapa bagi Allah bergerak, dinamis, penuh aksi, kreatif. Dalam Perjanjian Baru sebutan Bapa diajarkan oleh Yesus. Hal ini menyangkut hubungan yang istimewa antara Yesus dengan Bapa-Nya dan Allah dengan umat-Nya. Hal yang luar biasa mengenai ajaran tentang Allah sebagai Bapa terdapat dalam khotbah-Nya di atas Bukit (Mat. 6:32), di situ menjelaskan bahwa Allah bukan hanya menciptakan tetapi merawat dan memilhara.

Bapak presiden dan bapak wakil presiden yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan harus “menciptakan” dan “melahirkan” lapangan kerja, besekutu (bergaul) dengan masyarakat, kreatif, merawat, merangkul, memilihara agar mimpi masyarakat Imdonesia menjadi masyarakat yang adil dan sejahtera terbukti. Panggilan seorang pemimpin sebagai bapak dengan suatu harapan agar bapak pemimpin menjadi teladan dan memperhatikan kebutuhan anak-anaknya yaitu seluruh masyarakan Indonesia dari sabang sampai merauke.

Dari Desa Besnam, Kecamatan Fatukopa Kabupaten Timur Tengah Selatan-NTT, kami mengucapkan selamat bagi bapak presiden dan bapak wakil presiden repulik Indonesia yang baru.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *