BELAJAR DARI NABI YUNUS

BELAJAR DARI NABI YUNUS

Akhir-akhir ini kami bergumul dengan pencurian di kampung kami. Hari Minggu yang lalu ada satu keluarga yang sementara datang beribadah di gereja pencuri pergi bongkar rumah dan ambil barang di dalamnya.

Mereka datang di gereja dan kami berdoa.

Setelah berdoa saya bilang kepada mereka. Mari kita terus berdoa untuk mereka, seperti cerita janda dan hakim yang tidak adil dalam Injil Lukas 18 hakim yang tidak takut Tuhan namun janda itu datang terus sehingga ia mengabulkan permohonan janda itu.

Kejahatan “merupakan doa” agar Tuhan menurunkan murka kepada mereka. Tapi mereka bertobat maka Tuhan akan mengasihi mereka.

TUHAN menyuruh Yunus ke Niniwe karena kejahatan kota telah sampai kepada-Ku (1:2). Seperti sebuah doa/permohonan yang sampai kepada Tuhan.

Pergi bukan mengumumkan pertobatan tapi hukuman. Buktinya ketika Allah membatalkan hukumannya Yunus kecewa.

Tuhan hendak menunggangbalikkan Niniwe karena kejahatan, walaupun tak terinci kejahatan apa. Namun Tuhan menghukum orang atas kejahatan.

Kita bisa menduga bahwa Kejahatan Niniwe tersistematis, terstruktur, masif, yang membuat semua berdosa (termasuk ternak=tercemar).

Ternak bisa dipakai oleh manusia untuk macam-macam kejahatan: perang (bunuh, rampas, aniaya, curi dll), untuknkejahatan sosial (merusak kebun n tanaman petani, ganggu kenyaman sesama) dll.

Kejahatan sangat berbahaya yang bisa mempengaruhi bangsa lain termasuk Israel.

Allah mencegah hal ini.

Dari sinilah perintah Tuhan kepada Yunus untuk pergi menyampaikan hukuman Allah.

Ketika mendengar berita hukuman Allah dari Yunus raja pun turun dari singgasananya. Di sinilah kita melihat kerendahan hati seorang raja yang turun dari singgasananya.

Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.

Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.

Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.

Jika pertobatan mulai dari seorang pemimpin maka yang dipimpinnya juga mengikuti.

Pertobatan menyeluruh (ada penafsiran yang bilang pertobatan yang radikal). Pertobatan di sini berbalik dari kejahatan dan menghadap kepada Tuhan dengan rasa takut akan Tuhan.

Tuhan melihat bagaimana semua berbalik kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.

Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

Ada beberapa hal menjadi bahan refleksi:

Pertama, pemberitahuan akan hukuman Allah yang menimbulkan kesadaran, penyesalan dan pertobatan menyeluruh. Pertobatan yang kolektif.

Kedua, sejahat-jahatnya orang bahkan tidak mengenal Allah pun, namun di lubuk hati yang dalam ada rasa takut akan hukuman Tuhan.

Ketiga, Allah mengasihi bangsa lain. IA mencegah orang dari hukuman. Allah tidak menghendaki kejahatan bangsa (Niniwe) merambat atau mengorbankan bangsa lain termasuk Israel.

Keempat, Allah tidak bisa menghukum seseorang, suatu bangsa, tanpa memperingati.

Kelima, kejahatan manusia tak tersembunyi kepada Allah. Perbuatan jahat manusia “seperti doa” permohonan atas hukuman Allah turun kepada pelaku kejahatan. Kejahatan, dosa, membuat Allah “tidak tenang” berdiam di sorga. Bertobatlah!

Keenam, kunci dari pertobatan itu urutannya adalah: sadar akan dosa, menyesali dosa, berbalik dari dosa, berserah diri kepada Allah, menantikn rahmat ampunan yg membawa selamat. FN.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *