BELAJAR DARI SEMUT

BELAJAR DARI SEMUT

Pagi ini saya sementara membersihkan rumput di samping Pastori saya memperhatikan semut yang berbaris di dinding.

Semut bukanlah binatang menjadi kebanggaan pemiliknya, sebab tak ada yang menaruh semut di toples, plastik untuk dibanggakan. Tapi Amsal bilang belajarlah pada semut.

Amsal 6:6-8 “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.”

Ada beberapa catatan dari serangga ini.

Pertama, sebagian besar semut dikenal sebagai serangga sosial, dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur beranggotakan ribuan semut per koloni.

Anggota koloni terbagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Dimungkinkan pula terdapat kelompok semut penjaga. Satu koloni dapat menguasai daerah yang luas untuk mendukung kehidupan mereka. Koloni semut kadang kala disebut “superorganisme” karena koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. Meskipun ukuran tubuhnya yang relatif kecil, semut termasuk hewan terkuat di dunia. Semut jantan mampu menopang beban dengan berat lima puluh kali dari berat badannya sendiri, dapat dibandingkan dengan gajah yang hanya mampu menopang beban dengan berat dua kali dari berat badannya sendiri. Semut hanya tersaingi oleh kumbang badak yang mampu menopang beban dengan berat 850 kali berat badannya sendiri.

Kedua, semut adalah binatang yang fokus. Ia memiliki kemampuan untuk berfokus pada apa yang dapat mereka lakukan, yakni berkeliling dengan penciuman yang tajam untuk mencari makanan lalu mengikuti jejak mereka.

Ketiga, semut hidup dalam semangat kebersamaan untuk mengumpulkan sesuatu sampai berkelimpahan. Begitu seekor semut menemukan sumber makanan maka dengan segera semut yang lain datang membentuk barisan yang mengikutinya. Semut jarang menikmati langsung hasil yang mereka dapatkan. Mereka akan membawa ke lumbung dan menikmati bersama. Tak ada yang terlihat sok pahlawan penemu sumber makanan itu dan menghabiskan makanan di tempat.

Keempat, semut serangga yang bijak. Mengumpulkan makanan saat musim panas.

FN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *