BERDOA LEBIH BANYAK MENDENGAR DARI PADA BERBICARA

BERDOA LEBIH BANYAK MENDENGAR DARI PADA BERBICARA

Persoalan dalam hidup ini bukanlah tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, melainkan bagaimana melakukannya. Kita sering benar-benar sadar harus berbuat apa dalam situasi tertentu; persoalan kita adalah meletakkan pengetahuan itu ke dalam tindakan. Yang kita butuhkan adalah kuasa dan kita memperolehnya di dalam doa

Dalam doa, kita berusaha bukan untuk membuat Allah mendengarkan kita, melainkan justru untuk membuat diri kita sendiri mendengarkan-Nya. Kita berusaha bukan untuk membujuk Allah agar Ia melakukan apa yang kita inginkan, melainkan justru untuk mencari apa yg merupakan kehendak-Nya untuk kita perbuat. Tujuan pertama doa bukanlah banyak berbicara kepada Allah, melainkan banyak mendengarkan-Nya.

Barangkali salah satu kesalahan terbesar kita dalam doa adalah bahwa kita terlalu banyak bicara dan terlalu sedikit mendengarkan.

Di sinilah letak kesulitan terbesar dalam doa. Tak ada doa yang benar-benar merupakan doa tanpa introspeksi terhadap diri sendiri. Dan introspeksi itu sukar, sangat melelahkan, dan yang terutama, membuat kita malu dan merasa rendah.

Salah satu sebab penting mengapa doa-doa kita tidak terkabul sebagaimana seharusnya adalah karena sangat sedikit orang yang bersedia berintrospeksi dan terbuka di hadapan Allah.

Doa dan introspeksi diri tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Berdoa adalah lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Lebih banyak mendengar daripada didengar. Bentuk doa yang paling tinggi ialah berdiam diri sambil menunggu Allah dan mendengarkan-Nya.

Kita punya pandangan yang rendah terhadap doa kalau kita menganggap doa sebagai jalan untuk memberitahukan kepada Allah apa yang kita mau untuk Dia lakukan. Doa sebenarnya lebih banyak mendengar Allah, dimana Ia memberitahukan kepada kita apa yang Ia mau untuk kita lakukan. Doa bukanlah suatu jalan untuk memperalat Allah, melainkan suatu cara untuk mempersembahkan diri kepada Allah supaya la yang memakai kita.

Barangkali salah satu kesalahan kita yang terbesar dalam doa ialah bahwa kita terlalu banyak bicara dan sedikit mendengar. Bila doa sedang berada pada puncaknya, kita menunggu suara Allah berbicara kepada kita sambil berdiam diri, dan tinggal beberapa saat di hadapan-Nya supaya damai dan kuasa-Nya mengalir kepada kita dan sekeliling kita; kita bersandar pada lengan-Nya yang abadi dan merasakan ketenangan dan rasa aman yang sempurna dari-Nya.

Dalam doa, karunia Allah yang memampukan datang menemui usaha yang sungguh-sungguh dari manusia….. Tidak ada gunanya kita berdoa supaya dapat mengatasi pencobaan, padahal kita sendiri menyerempet-menyerempet pencobaan itu, main-main dengan api dan menempatkan diri kita pada posisi di mana pencobaan itu dapat menembakkan kepada kita semua daya tarik-nya. FN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *