BERHARGA DI MATA TUHAN KEMATIAN SEMUA ORANG YANG DIKASIHI-NYA

SOSOK PNT. SOSTHENES RAYMOND POTIFAR KASE

DI MATA MASYARAKAT DESA BILLA DAN KLASIS AMANUBAN TIMUR

1474504802012Nama lengkap “Sosthenes Raymond Potifar Kase, A.Ma, lahir di Billa, tanggal 27 Nopember 1972, dikaruniai 4 orang anak yakni: Asbel A. N. Kase, Dwi Putu B. A. Kase, Anto Kase dan Intan Kase dari hasil perkawinannya dengan Ibu Linda Arista Enggelina Frans.

1474505005859Dalam kesehariannya, bapak Ren (sapaan) bekerja sebagai wiraswasta yakni berjualan sembako (Kios Sembako), dalam pandangan masyarakat di Desa Billa, beliau adalah orang yang tergolong cerdas, tegas dan memliki integritas yang tinggi. Beberapa kepercayaan dari masyarakat Desa Billa kepadanya dalam jabatan pemerintahan yakni sebagai ketua BPD Desa Billa periode 2012-2017, juga sebagai ketua badan pengurus kelompok Anggur Merah dari propinsi NTT, menurut pengakuan bapak Alfonsus Neonsaet kepala Penyuluh Pertanian bahwa keberhasilan Program Pengembangan Masyarakat di desa Billa yang telah berlangsung lebih dari satu kali yang ditandai dengan panen raya jagung, juga merupakan andil dan peran besar dari sosok bapak Sostenes R. P. Kase.

14745038172161Menurut beberapa anggota masyarakat di desa Billa bahwa karakteristik dari Sostenes R. P. Kase yang selalu tegas dan tidak suka berkompromi sering juga membuat kelompok tertentu merasa tidak nyaman bahkan tidak suka kepadanya, sekalipun demikian banyak masyarakat yang telah memberi dukungan untuk maju dalam pilkades tahun depan karena masyarakat merasa bahwa beliaulah yang bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat pada umumnya bukan hanya kelompok tertentu saja seperti yang terjadi sekarang ini.

Dalam pelayanan Gereja beliau menjadi Diaken selama beberapa periode, pada periode pelayanan 2015-2019 ini beliau terpilih menjadi penatua pada salah satu rayon dan sudah lebih dari dua periode menjadi Sekretaris Majelis Jemaat Bi’ito.

1474504970308Pada lingkup Klasis, beliau dipercayakan lagi oleh Tuhan melalui Jemaat-Nya sebagai Bandahara Klasis Amanuban Timur periode pelayanan 2015-2019. Sekalipun baru menerima tanggung jawab sebagai bendahara kurang lebih 8 bulan (Januari 2016-September 2016). Namun integritasnya mulai teruji di mana tingkat kepuasan jemaat-jemaat terhadap pengelolaan keuangan jemaat (dana 10%, dana operasional, Sentralisasi Gaji Pokok, dana kebersamaan, dll) sudah mulai membaik, pembenahan administrasi menjadi fokus beliau selama kurang lebih delapan bulan melayani Tuhan.

Menurut pdt. Saneb Yohanis Ena Blegur, Ketua Majelis Kalsis Amanuban Timur yang hampir setiap saat bersama dengan beliau bahwa bapak Ren adalah sosok seorang pekerja, dia juga orang yang tegas dan konsisten. Di daerah ini saya melihat banyak orang dengan sengaja menerima suatu jabatan mungkin untuk menerima sesuatu dari jabatan itu, namun hal ini berbeda dengan bapak Ren, beliau menerima beberapa kepercayaan baik di pemerintah maupun gereja namun selalu komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai kemampuannya, ungkap pdt. Saneb ketika diminta tanggapannya tentang sosok bapak Ren.

Hari Jumat tanggal 16 September 2016 sekitar pukul 01.00 dini hari merupakan akhir dari perjalanan hidup saudara kita Sostenes R. P. Kase, pergi meninggalkan istri terkasih, keempat anaknya, masyarakat Desa Billa dan Gereja Tuhan (jemaat Wilayah Bi’ito & Klasis Manuban Timur).

Peristiwa ini berawal sekitar pukul 00.00 wita, Beliau menerima informasi via telepon yang meminta beliau selaku aparat pemerintahan (Ketua BPD Desa Billa) untuk turut bersama-sama dengan beberapa aparat menghadang gerombolan pencuri yang selama ini begitu meresahkan warga masyarakat dengan maraknya pencurian ternak berupa babi, sapi dan lain-lain.

Sebelum berangkat mereka mengatur strategi dengan membagi diri dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas dua orang. Selanjutnya secara terpisah setiap kelompok mangambil tempat pada titik yang dicurigai akan dilewati oleh gerombolan tersebut.

Beliau bersama rekannya berjaga-jaga di sekitar lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tidak lama kemudian dari arah yang tidak diduga muncullah ‘si pelaku’ tanpa diketahui oleh korban dan langsung menyerang korban dengan mengayunkan pedangnya mengenai pelipis korban, kemudian terulang beberapa kali ke bagian tubuh korban lainnya hingga akhirnya korban jatuh bersimbah darah. Ketika melihat korbannya terjatuh, rekannya segera lari menyelamatkan diri dan sempat dikejar oleh pelaku namun luput dari pengejaran pelaku.

Beliau masih sempat dibawa ke Puskesmas Oe’ekam tapi karena kehabisan darah, nyawa beliau tidak dapat tertolong sebagaimana yang disebutkan oleh tim Visum At repertum dari Polres TTS dan Dokter dari puskesmas Niki-niki yang datang sekitar pukul 11.00 siang, bersama aparat keamanan dari Polres Timor Tengah Selatan guna melakukan visum dan olah TKP.

14745036929771Pihak keluarga dengan berbesar hati tetap menyerahkan proses hukum ini kepada yang berwajib sambil terus berdoa agar kasus ini cepat selesai dan tidak terulang lagi sebagaimana disampaikan dalam kata-kata penghiburan oleh Pdt. Yosafat Manu, M.Si mewakili keluarga.

Sesaat setelah kebaktian pemakaman yang dipimpin oleh: Liturgos (Pdt. Aplonia A. Kou, S.Th/Ketua Majelis Jemaat Haunomaten) dan Pengkhotbah: Pdt. Wiliradith Maniley, S.Th (Ketua Majelis Jemaat Bi’ito), dalam khotbahnya yang didasarkan pada II Korintus 5:1-10, beliau menegaskan sekeji apapun perlakuan manusia dalam memperlakukan sesamanya seperti pembunuhan keji ini, tidak pernah terjadi di luar pengetahuan Allah. Karena itu selain kita mendukung pemerintah/yang berwajib dalam mengungkap dan menyelesaikan kasus ini, kita tetap mengharapkan kuasa pastoral Tuhan dalam mewujudnyatakan keadilanNya bagi kita semua secara khusus memulihkan luka hati keluarga hingga mereka boleh berbesar hati untuk membuka pintu pengampunan bagi ‘pelaku’ dan memberi ruang bagi Allah untuk terus bekerja.1474503903713

Tujuan perjalanan kita adalah sorga yang disebutkan dalam Injil Yohanes 14 oleh Yesus sebagai “Rumah Bapa”. Gambaran rumah itu sangat familiar dengan kita yang kecil dan tak berharga ini, andaikan waktu itu Yesus menggunakan ungkapan istana Bapa, mungkin kita yang tak berharga bahkan tidak dihargai ini tidak berani untuk pergi ke sana sebab istana itu tempat orang berdasi, bukan orang dengan pakaian compang-camping seperti kita ini.

Gambaran tersebut juga seolah-olah selama kita berada di dunia, kita bagai musafir dalam perjalanan, kita mencari kota yang akan datang. Tujuan perjalanan orang Kristen digambarkan dengan rumah, bukan rumah kos, rumah tetangga, kontrakan, atau rumah-rumah lain. Melainkan rumah Bapa yaitu sorga baka.

Untuk sampai di rumah Bapa kita harus belajar memahami dan melaksanakan kehendak Bapa dengan terus berada di “rumah mama” yaitu gereja, sebab di dalam gereja kita mengenal firman dan perintah Bapa. Rumah mama yang dimaksud di sini juga bukan semabarangan mama, sebab ada banyak mama di sekitar kita: mama tiri, mama besar, mama kecil bahkan mama ‘gaul’. Tegas pengkhotbah sambil mengutip teologi Johanis Calvin (reformator gereja protestan di dunia).

Dalam perjalanan tersebut juga kita berhadap-hadapan dengan berbagai tantangan, bahaya yang merupakan ancaman bahkan kematian.

Dalam terang pemahaman yang demikian, kita percaya bahwa almarhum pnt. Sosthenes R. P. Kase walaupun pergi dengan luka yang menganga di tubuhnya, kini di hadapan Allah luka-luka itu bercerita dengan apa yang dialaminya. Allah kita sendiri mendengarkannya dan bahkan memulihkan luka-luka itu seperti Kristus yang pernah mengalami luka yang sama, bahkan lebih sadis dari itu tetapi keluar dan bangkit dari kematian itu hidup-hidup dengan tubuh yang baru, yang mulia dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tuhan Yesus Kristus telah bangkit sebagai yang sulung (I Kor. 15:20), kita sebagai anak-anakNya melalui anugerah dan pengorbananNya itu telah turut ada dalam barisan keselamatan yang siap untuk dibangkitkan sebagai yang berikut setelah Yang Sulung itu dibangkitkan.

1474504913798Dalam suara gembala yang disampaikan oleh Pdt. Saneb Y. E. Blegur, S.Th selaku Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur, beliau mengungkapkan bahwa kematian ini sesungguhnya tidak terjadi di luar pengetahuan Allah, sang pemilik kehidupan. Karena itu betapapun kita (keluarga, gereja bahkan pemerintah) merasa sangat kehilangan, tetapi jangan pernah berhenti berdoa meminta kepada Tuhan untuk turut bekerja menyelesaikan kasus ini melalui yang berwajib…..

Selamat jalan bapak Ren, Tuhan Yesus memelukmu, menempatkanmu di pangkuanNya dan mendandanimu, memulihkanmu untuk pertemuan kita di “Rumah Bapa” yang mulia itu nanti.

IN MEMORIAM

1474504998235147450499335814745049874271474504977819

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *