BUNYI LONCENG DIMAKNAI SEBAGAI SUARA TUHAN MEMANGGIL

NATAL KOSTER KLASIS AMANUBAN TIMUR

Selama ini Natal hanya dirayakan oleh kategorial dan fungsional dalam jemaat, namun hari ini sebanyak 70 koster yang melayani di jemaat-jemaat GMIT Klasis Amanuban Timur merayakan Natal Koster di Jemaat Nazareth Oeekam (9/1/2019)

Dalam suara gembalanya Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur, Pdt. Saneb Blegur mengatakan bahwa persidangan Majelis Klasis memberikan ruang bagi para koster untuk merayakan Natal.
“Selama ini  Natal hanya dirayakan oleh kategorial, fungsional dalam gereja. Namun dalam persidangan Majelis Klasis Amanuban Timur memberi ruang kepada para koster se-klasis Amanuban Timur merayakan Natal Koster. Dalam gereja kadang kita memandang bekerja sebagai koster paling rendah, tetapi dalam Alkitab Perjanjian Lama melayani sebagai koster memiliki kedudukan yang istimewa yakni sama dengan suku Lewi yang mengatur, “ kata pdt Saneb, sambil menjelaskan landasan teologis dalam Alkitab.

Ia memberi aspresiasi kepada para koster yang memberi inspirasi bagi adanya Natal koster saat ini.
“Ada seorang koster yang memberi inspirasi sehingga munculnya perhatian Klasis Amanuban Timur untuk memberi ruang bagi para koster. Koster tersebut, sebelum memukul lonceng ia tunduk dan sembayang, dan juga sesudah memukul. Ia memaknai pekerjaan ini sebagai pelayanan kepada Tuhan. Pekerjaan koster adalah pekerjaan mulia. Koster seperti Yohanes Pembaptis yang memanggil orang datang kepada Tuhan,” kata pdt. Saneb.

Selain itu ia mengingatkan para koster agar jangan menganggap melayani sebagai koster pekerjaan yang rendah. “orang lain menganggap pekerjaan koster dalam gereja pekerjaan yang rendah, tetapi  koster itu pekerjaan yang mulia karena ia yang menyiapkan segala sesuatu bagi pelayanan dalam gereja. Jangan meresa diri rendah dengan pekerjaan anda di gereja.”

Hadir juga dalam kebaktian ini perwakilan pemerintah dan undangan dari saudara-saudari yang beragam Katolik dan Islam yang berada di Amanuban Timur.
Mewakili pemerintah, Nikodemus Sole memberikan apresiasi kepada para koster karena pelayanan mereka di gereja masing-masing.
“Selama ini mereka yang melayani kita ketika kita ke gereja. Mereka tidak pernah dilayani oleh kita. Tetapi hari ini kita yang harus melayani mereka. Koster mungkin dipandang sebagai orang-orang kecil dalam gereja, tapi kata Tuhan Yesus yang kecil itu yang terbesar dalam kerajaan Allah. Hari ini kita duduk bersama mereka yang terbesar dalam kerajaan Allah,” kata Nikodemus,  anggota Dewan  Perwakilan Rakyat, Kabupaten Timur Tenggah Selatan.

Ada sebanyak  70 koster yang melayani di gereja-gereja yang berada di Klasis Amanuban Timur.
Dalam kesempatan tersebut  perwakilan dari koster, Aplonia Neno Liu, koster di Jemaat Betel Mansenu diminta koster menyampaikan isi hati mereka. “kami sangat senang karena ini baru pertama kali terjadi di Klasis Amanuban Timur. Kami koster diperhatikan khusus dalam ibadah Natal Koster,” kata Aplonia.
Ia memaknai pekerjaan koster sebagai panggilan, walapupun pejerjaan itu berat.
“koster pekerjaan berat, apalagi mendekati hari raya Natal, tapi saya kerja buat Tuhan dan Tuhan selalu membuka berkat bagi rumah tangga saya.”

Hal senada disampaikan oleh Simon Mone, koster dari Mata Jemaat Paulus Teabone.
“Koster itu kerja untuk Tuhan, Tuhan yang memanggil kami untuk  kerja. Saya memukul lonceng itu saya maknai sebagai suara Tuhan untuk memanggil jemaat datang ke rumah Tuhan. Kami kerja saja Tuhan yang menyeiapkan berkat bagi kami,” kata Simon.

Ibadah Natal dihadiri oleh seluruh pendeta, vikaris dan calon vikaris di Klasis Amanuban Timur. Dalam ibadah Natal itu Majelis Klasis Amanuban Timur menyiapkan kado Natal bagi setiap koster dan diserahkan langsung oleh Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur.

Frans nahak,
Oekam,

One comment

  • Shinto Tandjung

    Seharusnya mereka yg berlelah banyak dalam menjaga dan mengatur rumah ibadah juga mendapat perhatian khusus. Bagus ada natal buat para koster.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *