CATATAN TENTANG INJIL MARKUS 1:1-8

CATATAN TENTANG INJIL MARKUS 1:1-8

Dalam bacaan ini yang mau ditekankan adalah berita yang dibawa oleh Yohanes.

Yohanes adalah salah seorang utusan Tuhan, anak imam, tapi dia tahu diri, tidak menggunakan panggung itu cari nama, makan puji, dll…

Kita bicara sedikit tentang nabi yang rendah hati ini.

Menurut peraturan hukum taurat, dia sebenarnya memakai pakaian imam yang terbuat dari kain lenan halus (Kel. 28:4; Im 6:10) dan makan makanan imam yang terbuat dari tepung halus dan daging dari kurban yang dipersembahkan kepada Allah melalui umat (Im. 2:1-3 ; 7:31-34), namun Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya adalah belalang dan madu hutan. Ini menunjukkan bahwa Yohanes melayani dan menempuh hidup dengan cara yang mutlak berlawanan dengan tradisi agama yang usang.

Ia tidak menggunakan bait Allah untuk menyampaikan kabar yang ia bawa tapi Padang gurun.

Mengapa?

Pertama, secara teologis hal ini merupakan permulaan Perjanjian Baru. Injil kabar baik disampaikan (ayat 1). Tata cara yang lama yang adalah bayangan, sekarang yang nyata telah tiba. Pusat pemberitaan Injil tidak berpusat lagi di Bait Allah tetapi di manapun Injil diberitakan.

Kedua, kutipan dari Yesaya 40:1-4 ”

Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 

tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.

Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!

Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran.”

Berita ini disampaikan oleh Yesaya kepada orang Israel dalam pembuangan. Di mana secara psikologis, sosial-politik sangat tertekan. Yohanes tampil dalam kondisi sosial-politik, ekonomi yang mirip, umat hidup dalam tekanan baik secara ekonomi (pajak) dan juga dibawah jajahan bangsa Romawi. Dari Padang Gurun itulah berita disampaikan. Pandang gurun ada sebuah makna pemberitaan.

Kemudian berita inti yang disampaikan adalah persiapan untuk menanti kedatangan Mesias dengan bertobat dan memberi diri dibaptis. Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan, baptisan di GMIT punya makan luas sehingga membaptis percik. Tetapi penekanan dibaptis dengan Roh Kudus..

Yohanes memberi tahu siapa itu Mesias.

Ungkapan membungkuk dan melepaskan tali kasut tidak hanya menunjukkan kepada orang yang dihormati tapi punya makna yuridis. Rut 4:7 menjelaskan itu “Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.

Lalu penebus itu berkata kepada Boas: “Engkau saja yang membelinya.” Dan ditanggalkannyalah kasutnya.” (FN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *