DARI PESISIR SUNGAI BENENAIN

MAKIN DEKAT DENGAN YESUS, SAHABAT ANAK-ANAK

Sejak Selasa hingga Kamis, (5 – 7 Juli) 2016 Oeusapi dipenuhi dengan ratusan anak-anak. Pinggir Kali Benanain menjadi saksi hidup pengakuan Iman dan kebersamaan anak-anak bahwa Yesus adalah sahabat bagi mereka. Persekutuan yang menumbuhkan iman ini seakan memberikan gambaran Generasi gereja ke depan yang semakin cinta dan taat pada Kristus.

Kegiatan Jambore PAR Klasis Amanuban Timur Tahun 2016 yang telah dibuka oleh Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur   ditandai dengan penyerahan Piala bergilir dari PAR Jemaat Telukh Kepada Panitia Penyelenggara untuk diperebutkan kembali pada saat itu.

 

  • Kegiatan dan Lomba

Kegiatan hari pertama diawali dengan membangun suasana keakraban dan perkenalan antara anak-anak, para pengajar melalui games yang dipandu oleh kakak-kakak cantik dari Sinode Gereja Kristus Yesus Mangga Besar Jakarta (K’ Maria Fransiska Kosasi, K’ Bela , K’ Yohana dll), dengan lagu “ROTI DAN MENTEGA” suasana   perkenalan menjadi ramai dan cair .

  • Cerdas Cermat Alkitab

ccaKegiatan lomba ini berlangsung dalam dua sesi dalam dua hari kegiatan. Soal yang dilemparkan langsung dijawab dengan penuh keyakinan. Nampaknya anak-anak telah mempersiapkan diri dengan baik dan dibekali dengan berbagai aturan permainan. Hasilnya yang dicapai setelah melalui dua kali babak penyisihan, utusan dari tiga jemaat yaitu Oelet, Telukh dan Maunsenu melaju ke babak selanjutnya. Sebelum masuk dalam babak kedua cerdas cermat, suasana keceriaan anak dibangun kembali dengan perkenalan lagu baru: Apa Kabar Mari Bergembira … babak ini diikuti oleh empat jemaat yakni: jemaat Nekmese, jemaat Maunsenu, regu yang melaju ke babak selanjutnya adalah Regu Jemaat Maunsenu. Akhirnya pada babak final keluar sebagai juara satu dari jemaat Oelet, juara dua dari jemaat Maunsenu dan juara tiga dari jemaat Telukh.

  • Rangking 1

ranking1Dibagi dalam tiga sesi lomba di hari pertama dan kedua yang diikuti oleh perwakilan dari 14 jemaat. Hasilnya ada tujuh orang yang masuk dalam babak Final. Anak dari jemaat Telukh atas nama Okran Manu yang berhasil masuk sebagai no. 1 (rangking satu ). Ada kegembiraan dan kepuasan bagi mereka yang masuk, tapi ada penyesalan bagi mereka yang tidak masuk, namun penyesalan ini langsung diobati dengan kegembiraan dan keakraban persekutuan.

  • Menggambar

Tema dalam perlombaan ini adalah “Bersahabat dengan Alam”. Lomba yang berlangsung di hari pertama ini diikuti oleh peserta dari 11 mata jemaat. Panitia benar-benar memanfaatkan alam yang indah dan asri untuk memancing kecintaan peserta akan semesta buatan tangan Ilahi. Peserta dibawa berhadapan dengan pemandangan untuk memainkan imajinasi mereka dan menuangkannya dalam lembaran kertas putih. Hasilnya ada goresan tangan yang indah yang dibubuhi warna-warni cemerlang yang selanjutnya dinilai oleh dewan juri, keluar sebagai juara pertama dari jemaat Nazareth Oeekam atas nama Arto Laisbuke.

  • Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

sikat gigiKegiatan non lomba ini diselenggarakan dalam dua sesi untuk dua hari melalui kerjasama dengan Puskesmas Fatukopa. Tim penyuluh yang diketuai oleh Ibu Novita Kudji membawakan materi dengan sangat menarik dalam nuansa dan bahasa anak-anak. Mereka memahami bahwa mencuci tangan adalah hal yang penting untuk menghindari diri dari gangguan penyakit. Sebab kuman banyak berasal dari tangan. Selain itu anak-anak lebih lagi memahami kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Baik itu sampah basah, kering maupun elektronik.

Kelanjutan penyuluhan PHBS di hari kedua, Ibu Nofi mengajak para peserta untuk mengetahui cara menyikat gigi yang baik dan benar.

  • Panggung Boneka

pangg bonekaPenyajian cerita lewat peragaan boneka yang kreatif oleh anak-anak Tuhan dari Gereja Mitra. Kegiatan non lomba ini menghadirkan tokoh Bapak Guru Sekolah minggu, Pedi dkk. Mereka ikut Jambore tapi menjalani kegiatan dengan bermalas-malasan menyebabkan Pedi menjadi tokoh yang dijauhi oleh teman-temannya. Pak guru sekolah minggu berusaha mendamaikan anak-anak dengan nasehat penting bahwa menjadi sahabat Tuhan berarti harus mencintai sesama dan alam semesta. Akhirnya Pedi tidak lagi dijauhi tetapi menjadi sahabat yang baik bagi teman-temannya. Panggung boneka diakhiri dengan pernyataan komitmen kecil untuk menjadi sahabat bagi Tuhan dengan cara mengasihi sesama dan alam ciptaan Tuhan yang terdiri dari tumbuhan, hewan dan lingkungan sekitar.

  • Solo dan Paduan Suara

soloKedua lomba ini diikuti oleh para peserta yang mewakili semua jemaat. Hal mengesankan yang muncul rupa-rupanya kurang persiapan dari semua peserta dan bahkan lebih banyak yang merasa kurang percaya diri sebab pengalaman ini menjadi kesan pertama mereka mengikuti kedua lomba tersebut.

psPeserta dari jemaat Haunomaten akhirnya menjuarai lomba solo, sementara untuk Paduan Suara jemaat Maunsenu berhasil keluar sebagai juara pertama, sementara dari Nazareth juara kedua dan ketiga dari jemaat Anugerah Mauleum.

Mengakhiri hari pertama, semua peserta diajak untuk nonton bareng. Pemutaran film rohani berjudul “Sandal Simon”. Film ini bercerita tentang Simon, seorang anak Ambon yang mencuri sandal, ia merasa tertuduh, lalu memutuskan untuk mengakui perbuatannya di depan teman-teman sekolah minggunya. Nasehat dari film ini menekankan kejujuran dan kesederhanaan sebagai karakter penting dari sahabat Yesus. Akhir cerita begitu mengharukan karena sandal yang dicuri Simon ternyata adalah hadiah yang disediakan teman-temannya di hari ulang tahun Simon.

  • Hari Kedua

senam pagiHari kedua jambore PAR dimulai dengan doa pagi yang dipimpin oleh para pengajar yang dirolling satu dengan yang lain di antara para peserta dari 14 jemaat. Tepat pukul 06.00 WITA seluruh peserta diarahkan mengikuti kegiatan senam pagi. Sebagai instruktur senam pagi, KMJ Tol Pdt. Arnol Sanam, S.Th. Kegiatan ini berlangsung selama 30 menit, setelah itu berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan jadwal yang dipersiapkan oleh panitia.

kpi anakKegiatan selama hari kedua ini diakhiri dengan Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) Anak yang dipimpin oleh K’ Ferli dari GKY.

 

  • Hari Ketiga

jelajah medanHari terakhir jambore setelah saat teduh, mandi dan sarapan pagi, dilanjutkan dengan Jelajah Medan. Kegiatan ini mengakhiri semua kegiatan lomba. Ada lima pos perhentian yang ditandai dengan perlombaan di setiap pos, di pos yang pertama, lima orang peserta dari setiap tim tampil mengikuti lomba Menyusun Ayat Alkitab;

Di pos yang kedua, kembali lima orang peserta dari setiap tim mengikuti lomba Pindah Biji Gewang pakai Sumpit, pos ketiga, lima orang peserta yang belum bermain di pos sebelumnya tampil mengikuti lomba Menerjemahkan Sandi.

Di pos yang keempat, kegiatan yang terjadi di sana tidak dilombakan, setiap regu berdasarkan arahan cara menanam dengan baik dari panitia, mereka menanam anakan. Tiba di pos yang terakhir, seluruh peserta dari setiap tim turut aktif berperan dalam lomba tersebut yaitu Mengenal Sahabat.

  • Penutupan

lif laufaAcara penutupan ini diawali dengan Ibadah Penutup yang dipimpin oleh K’ Ferli yang dalam renungannya mengajak anak-anak untuk Menjadikan Yesus sebagai Sahabat Mereka. Kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman juara oleh panitia dan pembagian hadiah. Tim peserta dari Telukh tetap mempertahankan juara umum sehingga berhak membawa kembali piala bergilir.

sugem tutupKegiatan Penutupan Jambore ini diakhiri dengan Suara Gembala dari KMK, Pdt. Saneb Blegur, S.Th pada kesempatan itu, beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia yang menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Kegiatan jambore ini telah direncanakan secara baik oleh para pemimpin gereja, pendeta, penatua, diaken pengajar dalam satu persidangan gereja demi satu generasi gereja yang baik di masa depan.

semuaSelama tiga hari banyak pelajaran berharga diperlihatkan oleh anak-anak kepada kita, ada banyak nilai berharga yang bisa kita dapat, sekalipun mereka bersaing dan berlomba tapi mereka tidak saling memusuhi bahkan keakraban di antara mereka semakin bertambah. Nilai ini malah harus dipelajari oleh orang dewasa, inilah yang tersirat dalam perkataan Yesus dalam Injil Markus 10:13, dst. Tutup beliau.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *