HARI RAYA ADVENTUS DAN MAKNANYA

HARI RAYA ADVENTUS DAN MAKNANYA

Pdt. Frans Nahak

Umat Kristen pada saat-saat tertentu memperingati dan merayakan hari-hari Raya Gerejawi. Hari-hari Raya Gerejawi adalah hari raya khusus yang dirayakan oleh gereja/umat Kristen di seluruh dunia dalam rangka memelihara iman Kristen dan menyaksikan karya penyelamatan Allah kepada dunia melalui Anak-Nya Yesus Kristus, Juruselamat dunia. Hari-hari Raya Gerejawi dilaksanakan di dalam rangkaian Tahun Gerejawi. Tahun Gerejawi adalah pengaturan waktu, secara khusus, hari-hari minggu, selama 12 bulan. Waktu selama 12 bulan itu diatur sedemikian rupa, sehingga karya keselamatan Allah menjadi nyata. Hari-hari Raya Gerejawi yang pada umumnya dirayakan oleh umat Kristen adalah:

  1. Hari raya Adven, Natal dan Epefani
  2. Hari raya Jumat Agung atau Kematian Yesus
  3. Hari raya Paskah atau Kebangkitan Yesus
  4. Hari raya Kenaikan Yesus ke sorga
  5. Hari raya Pentakosta atau Turunnya Roh Kudus

Hari-hari raya ini dirayakan dalam satu tahun (12 bulan) sama dengan klender tahunan masehi yang kita pakai sekarang ini. Akan tetapi, tahun Gerejawi tidak mulai dari tanggal 1 Januari, melainkan dimulai dengan empat hari Minggu sebelum hari Raya Natal. Jadi, tahun Gerejawi dimulai pada akhir bulan November atau awal bulan Desember yang berlanggsung selama empat minggu, yang disebut dengan Masa Adven.

Istilah Adventus dan Maknanya

Adven berasal dari istilah Latin Adventus yang berarti kedatangan atau pendekatan. Jadi ada seseorang atau sesuatu yang sedang datang atau sedang mendekat. Maka ada pihak yang memberi perhatian dan menanti datangnya orang atau sesuatu itu sehingga ia tahu bahwa seseorang itu sedang datang dan sudah dekat. Dalam pemahaman seperti ini Adventus memeiliki dua sisi, yaitu Kedatangan dan Penantian.

 Biasanya masa raya Adventus dimaknai sebagai “persiapan” menuju ke hari raya Natal. Secara historis memang demikian. Ketika gereja-gereja di Barat yang berpusat di Roma menetapkannya sebagai “a preparation for the festival of the nativity”. Jadi, perayaan kelahiran Yesus, yang mulai dirayakan kira-kira abad ke IV (tahun 336), yaitu ketika tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, pada perkembangannya di dahului oleh perayaan masa Adventus.

Di dalam tradisi ajaran gereja (terutama Protestantis) dikenal 3 macam Adventus, yaitu:

Pertama, Adventus Christi in carne. Adventus ini menunjuk pada kedatangan Yesus Kristus dalam carne, yaitu daging sebagai manusia. Adventus ini menunjuk kepada status kerendahan-Nya , sebagaimana kedatangan yang pertama, yang visible, yang meliputi kelahiran-Nya, pelayanan dan karya-karya-Nya dan “ketaatan-Nya” sampai akhir. Rasul Paulus berkata: “dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di atas kayu salib” (Fil. 2:8). Mengenai ketaatan-Nya ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu ketaatan aktif dan ketaatan pasif. Pertama, ketaatan aktif menunjuk kepada kehidupan Yesus Kristus mulai dari kelahiran dan pelayanan-Nya sampai penderitaan-Nya. Semuannya ini dialami dan dilakukan oleh-Nya sebagai tanda ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa-Nya (Yoh. 8:29c). Kedua, ketaatan pasif menunjuk kepada karya-Nya sebagai penebus, yaitu penebusan dosa yang paripurna (remissio perccatorum), di mana Ia memenuhi semua tuntutan hukum Taurat yang berhubungan dengan pelanggaran dan dosa manusia. Melalui ketaatan inilah orang percaya memperoleh anugerah Allah yang kekal, seperti kata Rasul Paulus “telah diserakan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita” (Rom. 4:25). Di tempat lain Rasul Paulus berkata bahwa “upah dosa adalah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rom. 6:23). Untuk Adventus ini kita dapat menunjuk ke belakang pada peristiwa di Betlehem 2000-an tahun yang lalu.

Kedua, Adventus chiristi in gratia. Kedatangan Yesus Kristus di  dalam anugerah-Nya. Advintus ini adalah adventus yang menunjukan kepada status ketinggian-Nya (status exaltionis). Adventus ini sebagai adventus “ kedua” tetapi non-vesible adalah kehadiran Yesus Kristus dalam rahmat-Nya, yang senantiasa menyertai gereja-Nya sebagai “tubuh-Nya” sampai ke akhir zaman, yaitu pada kedatangan-Nya visible-Nya yang kedua kelak. Ia sendiri yang berjanji untuk senantiasa menyertai orang percaya. Ia sendiri berkata bahwa “sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat. 18:20) dan “ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat.28:20). Melalui pemberitaan Firman dan pelayanan sakramen, Yesus Kristus datang dalam rahmat-Nya. Melalui Adventus Chiristi in gratia Yesus Kristus hadir secara kontinyiu dalam setiap langkah hidup kita melalui karya Roh Kudus. Melalui rahmat-Nya Kristus Yesus senantiasa hadir secara personal ke dalam pusat kehidupan kita untuk menemani kita setiap hari dalam melaksanakan tugas panggilan. Dalam hubungan dengan hal ini, Rasul Petrus mengatakan bahwa “kuduskan Kristus dalam hatimu sebagai Tuhan!” (I Petr. 3:15). Hal menguduskan Kristus dalam hati sebagai Tuhan adalah wujud pemuridan kita yang terutama sehingga Ia yang membimbing kita dalam tugas dan panggilan kita di dunia ini. Untuk Adventus ini kita menunjuk pada rahmat dan anugerah-Nya yang memerintah kita, yaitu di hati kita setiap hari.

Ketiga, Adventus Christi in Gloria. Kedatangan Kristus dalam segala kemuliaan-Nya yang gilang gemilang, pada akhir zaman, atau hari kiamat, hari terakhir, the last day (dies novissimus). Kedatangan ini adalah kedatangan “ketiga”, tetapi itu adalah kedatangan visible-Nya yang kedua. Melalui Adventus Christi in Gloria segala perwujudan janji-janji Allah disempurnakan, baik karunia-Nya maupun murka-Nya. Pada saat itu dunia dan segala isinya akan disempurnakan, (consummation saecule), melalui penghakiman terakhir (iudicium extremum). Bagi orang percaya, Adventus Christi in Gloria bersifat personal dalam arti bahwa kita akan bertemu “muka dengan muka” dengan-Nya tanpa takut apapun (I Kor. 13:12). Bagi orang percaya, Adventus ini, kedatangan yang penuh dengan sukacita yang nyata (visibilis) serta merupakan berkat dan karunia yang sempurna (betaeficus) di mana Allah memuliakan kita dalam kesempurnaan-Nya (gloriosus). Pada Adventus Christi in Gloria hari di mana Ia akan menghakimi orang hidup dan mati, akan sangat menakutkan dan mengerikan (terribilis) bagi mereka yang tidak percaya. Untuk Adventus ini kita menunjuk kepada kedatangan Tuhan yang kedua kali, yaitu menunjuk ke depan, namun tidak seorang pun yang tahu kapan, Kristus pun tidak, hanya Allah Bapa-Nya.

Maka dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa makna masa raya Adventus sangat kaya, dan tidak sekedar menjadi masa “penantian” ke masa raya Natal. Memang harus ditegaskan pula bahwa masa raya Adventus berhubungan erat dengan hal memahami dan memperingati kelahiran Kristus. Tetapi tentu saja harus ditegaskan pula bahwa Adventus Christi  tidak hanya berhubungan dengan Natal-Nya. Pemahaman dan perayaan akan kedatangan visible Kristus yang pertama menuntut kita ke hal menikmati kedatanga-Nya yang non-viseble setip hari. Masa raya Adventus adalah masa kita membersihkan diri untuk menyambut kedatangan visible Kristus yang kedua.

Selamat merayakan hari raya Adventus, Tuhan berkati!.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *