JANGAN TAKUT

JANGAN TAKUT SEBAB AKU MENYERTAI ENGKAU

Beberapa waktu yang lalu saya memimpin ibadah syukur ulang tahun di salah satu keluarga.
Saya memulai khotbah dengan pertanyaan kepada jemaat yang hadir: “Apa yang direncanakan tahun 2022? Langkah-langkah apa untuk mencapai rencana tersebut?”

Saya memberi kesempatan kepada beberapa orang untuk menjawab.
Ada yang mengatakan bahwa mau buat rumah baru. Ada yang bilang mau kerja keras supaya hidup sejahtera. Ada pula yang mengatakan bahwa harus menikah, dst.
Dari semua jawaban itu ada yang berkata demikian, “bagus kita rencana tapi saya takut karena kita tidak tahu apa yang terjadi.”

Ketakutan adalah sesuatu yang melekat pada seseorang. Ketakutan adalah suatu mekanisme pertahanan diri guna menyelamatkan yang bersangkutan dari bahaya. Misalnya, seseorang sama sekali tidak takut menyetir sepeda motor ikut as jalan, bertemu kendaraan lain di depan tak mau ambil pinggir, maka tamatlah riwayatnya. Ketakutan seperti itu dibutuhkan.
Namun ada ketakutan yang sama sekali tidak diperlukan. Bahkan mesti dihindari. Misalnya seorang anak yang mau kena tanah orang tua takut kotor sehingga anak itu dilarang main tanah, itu ketakutan yang tidak perlu. Suatu kali tanpa sengaja anak itu kena lumpur karena bermain dengan kawan-kawannya di luar. Anak itu sakit. Kita sudah dapat menduga bahwa anak itu sakit karena tubuhnya tidak dapat memproduksi kekebalan tubuh. Ketakutan itu mesti diatasi.

Ketakutan seperti cerita di atas mesti di atasi. Orang mesti menghilangkan rasa takut sehingga ada kemungkinan untuk meneruskan hidup.

Yesaya 41:10 berkata, “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Allah sendiri yang mengatakan demikian. Ini seruan kepada umat Israel pada masa kekelaman, ketakutan. Mereka ada dalam tawanan bangsa asing.
Pembebasan itu segera datang. Namun tak tahu kapan tibanya tapi seruan jangan takut membangkitkan harapan, memperoleh kekuatan untuk berjalan di tahun yang baru.

Walaupun perjalanan kita tahun 2022 seperti di lobang gua singa namun Allah akan mengatup setiap mulut mereka. Singa-singa tak bergigi alias ompong karena Tuhan bersama anak-anakNya.
Berlaku bagi mereka yang hidup Kudus di hadapan Tuhan dan taat sebagai warga negara.

Jangan takut sebab Tuhan menyertai kita. Belajarlah dari iman seorang anak kecil. Berjalan kaki bersama tengah malam di hutan, bapak ini takut sekali namun anak ini tak takut karena berjalan bersama ayahnya. Anda dengan saya berjalan bersama Bapa kita. Jangan takut.

Konon, di sebuah pameran ada pertunjukan. Seorang bapak yang berjalan di seutas tali. Ketika dia berjalan dari ujung yang ke ujung yang satu penonton memberikan aplaus. Kemudian dia menawarkan kepada penonton, “siapa yang mau bersama saya jalan di sini?” Suasana hening dan tak ada yang berani. Kemudian seorang anak yang mengacungkan tangan dan dia mau berjalan bersama bapak tersebut. Semua orang heran tentang keberanian anak ini. Semua memberikan aplaus. Selesai atraksi tersebut ada yang mendekati anak dan bertanya, “kenapa kamu berani sekali?” Jawab anak itu dengan singkat. Orang itu adalah ayah saya!”

Jangan Takut. (FN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *