KEBUN YANG LUAS KITA SENDIRI KERJAKAN PASTI ADA BAGIAN KITA ABAIKAN

    KEBAKTIAN  PERHADAPAN DAN  SERAH  TERIMA  KETUA MAJELIS  JEMAAT  MORIA

“Proses pemekaran bukan karena jarak. Pikir jarak maka Mata Jemaat Moria Nalio dekat dengan Betel Masenu tidak usah dimekar. Tapi kebun yang luas kita kerja maka ada bagian yang kita abaikan,” demikian kata pdt. Emma Fallo dalam ibadah perhadapan pdt. Delyanan Leo dan serah terima Ketua Majelis Jemaat (KMJ) Nalio di gedung kebaktian Mata Jemaat Moria (13/4/2019).

“Jika seorang pdt. memikirkan kenyamanan maka tidak usah dimekar, setiap hari minggu datang pimpin kebaktian atau sakramen baru datang layani. Tapi pelayanan lebih dari pada itu. Melayani itu pertanggungjawaban kita kepada Tuhan yang memanggil kita,” ungkap pdt. Emma dalam sambutannya.  Ia meminta kepada jemaat agar menjadi jemaat yang dewasa. “jadilah jemaat yang dewasa karena ada banyak hal yang  akan dikerjakan,” pintanya.

Mata Jemaat Moria dimekarkan dari Jemaat Mansenu KMJ pdt. Emma B-Fallo. Walaupun mekar, namun Mata Jemaat Moria menjadi jemaat bermata jemaat karena ada dua mata jemaat mekar dari Jemaat Besnam yang tujuh mata jemaat. Dua mata dari Besnam yakni Mata Jemaat Imanuel Nifukiu dan Mata Jemaat  Torsina Fotbat.

KMJ yang baru pdt. Delyanan Leo berharap kerja sama karena jemaat baru dan juga pdt. baru. “saya butuh kerja sama karena ini jemaat baru dan saya pdt. baru. Gereja kita menganut asas presbiterial sehingga kita duduk bersama mencari kehendak Tuhan,” harapnya.

Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur, pdt. Saneb Blegur dalam suara gembalanya mengingatkan tentang jemaat baru pdt. baru, semangat baru jadi jangan terlena dalam romantisme baru, tetapi ada pekerjaan besar yang harus dikerjakan. “ini jemaat baru pdt. baru pasti semangat baru, tapi ingat ada pekerjaan yang harus dikerjakan. Jemaat  baru kesempatan untuk mepersiapkan konsep pelayanan jangka panjang. Mempersiapkan diri untuk menghadapi setiap tantangan dalam pelayanan karena yang baru itu akan lama juga,” katanya.

Ia mengingatkan Majelis Mata Jemaat Harian agar segala sesuatu duduk bersama bersama KMJ. Ada wakil ketua di setiap mata jemaat tapi harus rekomendasi dari ketua dalam hal mengambil keputusan. “mulai hari ini tanpa KMJ segala sesuatu tidak bisa diputuskan walaupun ada wakil ketua.”

Pdt. Saneb juga menjelaskan tentang jabatan kependetaan. “ dalam diri pdt ada dua jabatan yaitu jabatan pelayanan dan jabatan organissasi. Jabatan pelayanan itu, seorang pdt. adalah hamba Tuhan yang ditumpang tangan dalam penahbisan. Jadi ada kuasa dalam dirinya mungkin dalam diri kita. Kemudian jabatan organisasi sebagai KMJ. Penataan organisasi bagian dari pelayanan dan pemberitaan injil Kristus.”

Akhir dari suara gembala yang disampaikan ia memberi apresiasi kepada Jemaat Nalio karena dalam kurung waktu tiga bulan mereka membangun sebuah rumah pastori.

Ibadah  perhadapan dan serah terima dipimpin oleh pdt. Timotius Makonimau.

Frans Nahak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *