KHOTBAH SYUKUR PEMINANGAN-PDT. NETI LIUNOKAS-BENU

HIDUP DALAM KESETIAAN

Amsal 20:6

  Salah satu syarat dalam mencari dan mempekerjakan karyawan adalah yang setia. Hal ini menjadi penting bagi bos/majikan karena jika seseorang setia, dia dapat melakukan setiap tanggung jawab yang diberikan dengan baik dan sang majikan juga diuntungkan. Ada orang yang sangat hebat dalam pekerjaan tetapi tidak setia. Hari ini masuk kerja, besok tidak, lusa sakit, dst. Sementara orang yang setia, akan telaten dalam melakukan pekerjaannya.

Jika untuk mempekerjakan karyawan saja, salah satu syarat yaitu kesetiaan, padahal karyawan ada batas waktu kerja, apalagi untuk mencari pasangan hidup, yang akan menjadi teman seumur hidup. Kesetiaan adalah salah satu syarat utama. Ada pasangan yang berpacaran untuk waktu yang lama, tetapi kemudian putus karena orang ketiga. Ada yang setiap hari hanya story WA, status FB dipenuhi kata-kata sayang dan cinta untuk sang pujaan hati, posting foto berdua dengan kata-kata romantis, namun tiba-tiba menghilang. Setelah dicek, ternyata dia telah menemukan tambatan hati yang baru. Mereka putus karena salah satu pihak berlaku tidak setia.

Dalam bagian Alkitab yang kita baca hari ini, Salomo menyadari bahwa kesetiaan sungguh amat berharga, namun sulit ditemukan dalam diri manusia. Karena itu ia berkata: orang yang setia, siapakah menemukannya? Banyak orang baik yang dapat kita temui dalam hidup ini, tetapi cukup sulit untuk menemukan orang yang setia.

Jika dalam mencari pacar, syaratnya adalah yang ganteng, cantik, punya pekerjaan, putih, dll., itu biasa dan mudah ditemukan. Karena kalau hari ini kita lihat ada yang putih dan dan berpikir inilah yang terbaik, besok bisa jadi kita menemukan yang lebih putih lagi dan orang mudah beralih. Tetapi untuk mencari orang yang menjadi pasangan seumur hidup, kesetiaan adalah hal yang paling utama.

Di zaman yang semakin canggih ini, sulit bagi kita menemukan orang yang setia. Komunikasi yang semakin terbuka dan lancar karena adanya media sosial, menjadi salah satu faktor lunturnya kesetiaan antar pasangan. Di media sosial, orang gampang terhubung dengan orang lain di dunia maya, baik yang pernah dikenal sebelumnya, mantan kekasih maupun orang yang baru. Keseringan bertukar kabar kemudian berlanjut sebagai teman curhat dan lama kelamaan, kesetiaan terhadap pasangan teruji, jika ia merasa ada yang lebih memperhatikan dirinya.

Hari ini, kita berkumpul untuk mensyukuri peristiwa iman, karena perasaan cinta dua orang saudara telah direstui oleh dua keluarga besar, dengan dilangsungkannya acara peminangan. Perjalanan cinta mereka berdua telah teruji dan sampai pada komitmen untuk saling mencintai seumur hidup. Karena itu, dari bacaan ini saya mencatat dua hal sebagai refleksi di hari bahagia ini:

1. Kesetiaan itu mahal harganya.

Kesetiaan adalah hal yang tak dapat dibeli dengan uang, hanya bisa dijaga dengan komitmen yang kuat. Kata orang, kesetiaan laki-laki terhadap pasangannya teruji saat dia memiliki segala-galanya (uang, harta, jabatan). Sementara bagi seorang perempuan, kesetiaannya terhadap pasangan teruji saat pasangannya tidak memiliki apa-apa. Saat itulah kesetiaannya teruji. Akahkah ia terus setia? Orang yang setia akan senantiasa menjaga komitmennya dengan pasangannya apapun yang terjadi. Orang yang setia, akan tetap berjuang untuk menjaga hubungan dengan pasangannya dalam segala situasi hidup ini. Orang yang setia, akan tetap bertahan dengan pasangan hidupnya walaupun mereka dihadapkan dengan berbagai persoalan. Kesetiaan tidak dapat diukur dari harta yang melimpah tetapi dari komitmen untuk mencintai pasangan hidup dalam segala keadaan. Berhati-hatilah. Karena saat kesetiaan itu hilang, uang sebesar apapun tak dapat mengembalikan kepercayaan seperti semula.

2. Kesetiaan harus diperjuangkan.

Orang yang tidak setia, tidak akan bahagia dalam hidupnya. Mengapa? Karena ia akan selalu berusaha menyembunyikan apa yang terjadi dari pasangannya. Orang yang tidak setia akan selalu berusaha mencari-cari alasan untuk membenarkan tindakannya. Orang yang tidak setia akan selalu menciptakan kebohongan untuk menutupi perilakunya. Jika pasangan menjawab panggilan telepon dengan berlari menjauh sambil melihat kiri dan kanan, itu sudah ada tanda awas. Tetapi jangan juga mudah curiga. Karena bisa jadi telepon itu untuk membahas hal rahasia pekerjaan, rahasia pelayanan, rahasia negara, dan rahasia lainnya. Tetapi jika setiap hari ada yang dirahasiakan sehingga harus menjawab panggilan telepon jauh dari istri/suami, patut dipertanyakan. Ingatlah, dia yang sekarang Tuhan kasi itu yang terbaik. Perjuangkan terus. Perjuangan jangan hanya untuk mendapatkan cintanya saat pacaran tapi harus diperjuangkan juga setalah bertunangan, sampai menikah bahkan hingga seumur hidup.

Jika seorang ASN pada usia 58- 60 tahun sudah pensiun, dan tidak dituntut lagi untuk setia dalam pekerjaan maka dalam perjalanan rumah tangga kesetiaan dibutuhkan seumur hidup. Untuk itu harus diperjuangkan. Perjuangan untuk mempertahankan kesetiaan teruji saat kita menemukan ada yang lebih baik dari pasangan hidup kita, namun kita tetap menjaga mata dan hati kita untuk dia yang telah Tuhan izinkan ada di samping kita. Teruslah bejuang untuk saling setia hingga maut yang memisahkan. Kesetiaan itu indah dan membahagiakan. Belajarlah dari kesetiaan Allah kepada kita dan setialah kepada pasanganmu. Selamat berbahagia, Tuhan Yesus Memberkati. Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *