MAJELIS KLASIS AMANUBAN TIMUR MOU DENGAN STIKIP SoE

MAJELIS KLASIS AMANUBAN TIMUR MOU DENGAN STIKIP SoE

Perhatian serius Majelis Klasis Amanuban Timur terhadap pendidikan di Amanuban Timur, khususnya sekolah-sekola milik Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) direalisasikan dalam Momerandum of Understanding dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Perguruan (STKIP)  SoE (12/8/2019)

Pada  kesempatan tersebut Ketua Yayasan Tois Neno, Martinus Banunaek menyampaikan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah GMIT Klasis Amanuban Timur. “Untuk menangani kekurangan guru maka harus mengangkat guru honor,” kata Banunaek.

Kemudian Martinus mengungkapkan bahwa sampai saat ini ada sekolah GMIT yang tenaga pendidiknya masih tamatan Sekolah Menengah Atas, padahal kriteria harus strata satu. Melalui kerja sama yang dirintis oleh Majelis Klasis Amanuban Timur dengan STKIP maka tamatan dari STKIP diharapkan untuk mengabdi bagi sekolah GMIT.

Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur, Saneb Blegur, mengungkapkan kerinduan dan harapannya untuk membenahi sekolah-sekolah GMIT di Klasis Amanuban Timur, namun terkendala dengan kualitas para pendidik dan orentasi pengabdian para pengajar di sekolah-sekolah GMIT di Klasis Amanuban Timur.

“Persoalan kita ialah kualitas para pendidik yang ditempatkan di sekolah-sekolah GMIT dan orentasi mereka yang mengajar di sekolah-sekolah kita. Kalau orentasi mengajar hanya untuk mendapatkan sesuatu maka ketulusan untuk melayani di pertanyakan. Tapi kalau mereka yang memaknai panggilan sebagai pengajar dalam terang Ijin maka di situlah keseriusan untuk mengabdikan diri kepada sekolah-sekolah GMIT,” ungkap Saneb. Blegur juga mempertanyakan loyalitas guru pegawai negeri sipil yang ditempatkan di sekolah-sekolah GMIT.

Pada kesempatan itu Saneb  menyampaikan persoalan yang dihadapi oleh Klasis Amanuban Timur yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Faktor yang sangat mempengaruhi jemaat-jemaat di Amanuban Timur terpengaruh dengan tawaran dari pihak luar untuk menyekolahkan anak-anak di laur daerah.

Ketua STKIP, Ared J. Billik, mengatakan bahwa STKIP adalah perpanjangan tangan dari gereja untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat. STKIP membentuk sarjana yang semangat mengabdi. MOU ini untuk meningkatkan  pengabdian masyarakat,  wajib belajar dan  penelitian. Dengan adanya kerja sama ini maka untuk sekolah-sekolah GMIT di Amanuban Timur STKIP menaruh perhatian serius. Yang akan mereka lakukan bagi sekolah-sekolah GMIT di Klasis Amanuban Timur,  partama, akan mempersiapkan guru-guru untuk melayani. Kedua, bertanggungjawab untuk melaksanakan fungsi kontrol bagi guru-guru yang tamatan dari STKIP yang melayani di Amanuban Timur. Ketiga, merencanakan untuk mengembangkan media-media yang menarik untuk mengajar. Keempat, secara administrasi membantu  menyiapkan dokumen untuk akreditasi. Kelima, kegiatan setiap tahun praktek perkenalan lapangan selama satu semester difokuskan di Amanuban Timur. Keenam, program KKN tiga minggu  Amanuban Timur menjadi skala prioritas.

MOU yang diadakan di aula STKIP SoE ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Agape dan para pendeta se-Klasis Amanuban Timur.

F N

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *