OLEH KARENA NAMA-NYA

OLEH KARENA NAMA-NYA

Ada seorang teman yang datang di rumah Pastori membagi pengalaman hidupnya dengan saya. Dia bilang, “pak pendeta, pengalaman hidup saya kadang senang kadang susah. Namun sampai saat ini Tuhan tidak pernah tinggalkan kami.

Lalu saya berbagi cerita dengannya dan kami merenungkan Mazmur 23.

Suka dan duka seperti mata uang tak bisa dipisahkan dari hidup ini. Hal itu tergambar dalam Mazmur 23, Tuhan, Gembalaku yang Baik.

Gambaran  suka: tak berkekurangan, membaring di padang rumput yang hijau artinya tidur dengan tenang. Hidup dipenuhi berkat. Menuntun di air yang tenang. Jiwa segar. Jiwa gembira/terhibur makanan tersedia.

Gambaran duka:  ada kekurangan, rumput kering, gelombang, ada jalan yang salah atau bengkok. Ada musuh yang membenci kita tanpa sebab. Terkadang berada dalam lembah kekelaman (berjalan dalam bayang-bayang maut).

Namun bagi Daud, suka dan duka yang ia hadapi bersama dengan Tuhan. Dalam suka dan duka itu Tuhan setia memiliharanya.

 Daud menggambarkan Tuhan sebagai seorang gembala ( ayat 1-4) dan tuan rumah yang menyediakan hidangan (ayat 5 – 6)

Mengapa? Oleh karena Nama-Nya (ayat 3). Tuhan setia menjaga umat-Nya oleh karena nama baik-Nya, bdk Maz. 25:11, 31:4, Yaesaya 48:9.

Jika ada anak yang kurus, gizi buruk, susah, dst., orang akan bertanya siapa orang tua dari anak itu.

Tuhan tidak membiarkan anak-anak-Nya. Ia akan terus menjadi gembala dan tuan rumah agar nama baik Tuhan terjaga. Nama-Nya tidak menjadi cemohan bagi orang fasik.

Oleh karena itu dosa dan pelanggaran umat-Nya tidak membuat Allah berhenti memilihara umat-Nya, dan akan terus bertindak untuk kebaikan anak-anak-Nya oleh karena nama-Nya. (FN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *