PANGGILAN UNTUK MENJADI PEMINTAL DAN PENENUN JIWA MANUSIA

IBADAH  PROSESI PASKAH

Titik Ebenhaezer: Yesus Memanggil Murid-murid perempuan

Injil-injil menceritakan bahwa murid-murid perempuan melayani Yesus sampai di atas bukit Golgota. Bukan hanya dibukit Golgota, namun mereka yang menjadi saksi pertama tentang kebangkitan Yesus.

Dalam perjalanan  Yesus, Ia melihat perempuan-perempuan sedang menenun, ikat benang, jemur sarung, tumbuk jagung, gendong anak, lalu Yesus datang mendapati mereka dan mengajak mereka untuk mengikuti Dia.

Entah apa yang Yesus pikirkan ketika Ia memperhatikan ibu-ibu ini, kemahiran jari jemari mereka mengambil seutas benang menyatuhkan menjadi motif yang indah? Mereka kaum perempuan yang memintal dan menun kehidupan. Merekah melahirkan kehidupan da menggendong kehidupan.

Dunia tak indah jika hanya satu warna benang. Yang menciptakan keindahan karena warna-warni dari benang yang menyatu. Keindahan menggambarkan hati seorang ibu. Dunia membisu jika tak ada kehidupan. Lalu Yesus mengajak mereka untuk mengikut-Nya. “mari, ikutlah Aku. Kamulah yang menenun kehidupan. Kamulah yang akan Kuutus untuk merawat dan menenun keindahan di tempat ini. Perhatikanlah. Jangalah ada kain tetunan motif warna-warni tercabik karena kepentingan sekelompok orang. Rawatlah dan gendonglah mereka.” Lalu perempuan-perempuan ini mengikut Yesus.

demikianlah  inti  cerita  kehidupan  yang  diperankan  oleh  kelompok pemudi /perempuan  jemaat  Ebenhaiser  Oenasi  dalam  prosesi paskah  pada titik  salib  kedua di  Ebenhaiser  Oenasi . melalui  adegan  ini  pula Nona  Yumina  Nomnafa, Elvi Boimau, deverlinda Boimau , Ori Halla ,  jemris  Nenokeba   yang  sekarang  sebagian  duduk  di  bangku SMU  Negeri  Amanuban Timur  hendak menunjukan  keterampilan sekaligus menyampaikan pesan  kepada  para  peziarah   bahwa  perempuan-perempuan  timor adalah  perempuan-perempuan  tangguh  yang telah  keluar  dari  kungkungan  lama dengan  mengenyam  pendidikan  namun  mereka  tidak  pernah  meninggalkan  jatih  diri  mereka  sebagai  perempuan  timor  yang  harus  bisa  menenun ,  memintal  benang  dan  mengolah  makanan  untuk  masa  depan  mereka

(FN)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *