PASKAH DAN KEPERIHATINAN SOSIAL

KEBANGKITAN KRISTUS MENJADIKAN KITA HAMBA KEBENARAN         

(Roma 6:18)

 

Oeekam-www.klasisamanubantimur.net. Prosesi paskah bukan sekedar pawai kemenangan iman biasa, karena itu kualitas ibadahnya lebih dari sekedar hura-hura belaka, demikian penegasan Pdt. Yahya Millu, yang mewakili Majelis Sinode Harian Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memberikan suara gembala memulai kebaktian Prosesi Paskah K lasis Amanuban Timur tahun ketujuh, Rabu, 04 April 2018.

Terlebih lagi di dalam ibadah prosesi paskah kali ini, melalui tema: KUASA KEBANGKITAN KRISTUS MENJADIKAN KITA HAMBA KEBENARAN, disampaikan pesan-pesan moral teologis bagi umat di setiap perhentian titik-titik salib dengan tema-tema aktual menyikapi masalah-masalah sosial masyarakat yang terjadi di tengah-tengah kehidupan umat di Amanuban Timur pada khususnya.

Di titik salib I, barisan prosesi diatur oleh panitia dengan urut-urutan: Yesus dan rombongan murid-Nya, diikuti para pendeta, para undangan dan seluruh jemaat dari Amanuban Timur maupun sekitarnya.

Arak-arakan ibadah berjalan perlahan diiringi narasi paskah menuju titik salib Oenasi (II). Tiba di titik ini, pesan moral paskah disampaikan dalam bentuk fragmen dengan isi pesan:

  • Stop HIV/AIDS
  • Jauhi penyakitnya, bukan orangnya

Fragmen ini ditutup dengan adegan si penderita HIV/AIDS datang memohon pengampunan, kasih sayang dan keselamatan dari Yesus yang menyambutnya dengan kehangatan dan cinta.

Gereja sesungguhnya melalui paskah tidak harus membiarkan “mereka” mati, tetapi setidaknya gereja terpanggil  untuk mendampingi mereka dengan kasih sayang di saat-saat mereka akan “pergi” untuk selamanya.

Perarakan ibadah dilanjutkan ke titik salib  (III), diiringi narasi paskah tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Pesan paskah yang disampaikan pada titik perhentian ini yaitu:

  • Hentikan KDRT, perselingkuhan, mabuk-mabukan dan lain-lain.
  • Kekerasan tidak menyelesaikan masalah, malah memperparah keadaan

Semua pesan di titik ini tersimpulkan melalui fragmen tentang KDRT dan masalah social lainnya oleh para pemuda jemaat, diakhiri dengan pesan dari tokoh Yesus yang pr ihatin terhadap setiap rumah tangga yang mengalami KDRT.

Ibadah dilanjutkan ke titik salib IV,diiringi narasi tentang: Persembahan Syukur. Tiba di titik ini, barisan ibadah disambut dengan tari-tarian persembahan dan ungkapan syukur atas hasil panen yang berlimpah, diperankan oleh anak-anak sekolah minggu (PAR) dari jemaat Betel Maunsenu yang membawa hasil panen mereka kepada tokoh Yesus untuk diberkati sebelum digunakan.

Menarik, karena melalui prosesi paskah kali ini, jemaat-jemaat di seluruh wilayah pelayanan Klasis Amanuban Timur memberi persembahan mereka dalam bentuk hasil perkebunan dan pertanian, yang nantinya kemudian dilelang untuk pembangunan gedung pastori klasis  Amanuban Timur. Ibadah di titik ini ditutup dengan doa dari tokoh Yesus untuk seluruh masyarakat petani di Amanuban Timur.

Selanjutnya di titik salib V ibadah dilanjutkan dengan Koor OMK Paroki HTM Oenankai. Di titik ini umat diajak untuk memelihara kehidupan antar umat beragama (pluralitas) sebagaimana Allah mengasihi semua ciptaanNya tanpa memandang latar belakang. Pesan tersebut disuarakan oleh anak-anak muda pencinta damai dengan latar belakang agama yang berbeda (Katolik, Islam, Hindu dan Protestan) yang tergabung dalam Komunit as KOMPAK Peacemaker Kupang. Pesan-pesan moral pluralitas ditutup dengan pesan dari pastor paroki Hati Tersuci Oeekam.

Tiba di titik salib VI, tokoh Yesus disambut secara adat oleh jemaat dari Tipa, selanjutnya tokoh Yesus melanjutkan perjalanan dengan mengendarai seekor kuda sambil diiringi umat yang melambai-lambaikan daun palem.

Di depan SMA N 1 Amanuban Timur, tokoh Yesus turun dari kuda tungg angan dan mendapati dua orang anak usia sekolah yang berjualan kue dan tidak berseko lah, ia memeluk mereka sambil mengajak mereka bercerita tentang pentingnya pen didikan dan masa depan. Pendidikan sesungguhnya memanusiakan manusia.

Titik salib terakhir (VII) sebelum menuju Golgota, rombongan Yesus dan umat disambut dengan Koor Paduan Suara Betel jemaat Nunuhkniti. Selanjutnya Yesus membasuh kaki para muridNya sebelum menuju Getsemani. Prosesi dilanjutkan dengan perjala nan Yesus bersama umat menuju Golgota untuk fragmen penyaliban.

Tiba di bukit Golgota, ibadah dilanjutkan dengan doa dan pembacaan Alkitab, khotbah dalam fragmen penderitaan hingga kebangkitan Yesus. Ibadah dilanjutkan dengan pokok-pokok pergumulan melalui syafaat yang dipimpin oleh Pdt. Akurius D. Laufa, dengan pokok doa:pergumulan tentang pelayanan gereja dan pemerintah; Pdt. Arnol Sanam, dengan pokok doa: keluarga, KDRT, perselingkuhan, perceraian, hubungan di luar nikah; Pdt. Wiliradith Maniley dengan pokok doa; masalah social, kemiskinan, perdagangan manusia, judi, pencurian dan minuman keras; Pdt. Yanse Neti Benu dengan pokok pergumulan: tentang pluralitas agama dan hubungan antar denominasi, dan Pdt. Emr….. Nenotek- Naiola dengan pokok pergumulan dengan persekutkuan dan pelayanan jemaat-jemaat dalam Klasis Amanuban Timur.

Ibadah diakhiri dengan ucapan berkat oleh tokoh Yesus sambil semua pendeta yang hadir menumpangkan tangan member berkat kepada semua umat.

Kegiatan ditutup dengan suara gembala oleh Majelis Klasis Amanuban Timur , ramah tamah, lelang dan malam puji-pujian. Wily Radith maniley.Humas Prosesipaskah 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *