SYUKURAN, PENGRESMIAN DAN PENYERAHAN SUMUR BOR

SYUKURAN, PENGRESMIAN DAN PENYERAHAN SUMUR BOR DARI SINODE GKY MANGGA BESAR KEPADA MAJELIS SINODE GMIT MELALUI KLASIS AMANUBAN TIMUR

CIMG1694

Hari ini satu sukacita besar terjadi lagi, sinode Gereja Kristus Yesus, jemaat Mangga Besar bertemu dalam kebersamaan dengan Klasis Amanuban Timur bertempat di jemaat Betel Maunsenu membangun satu komitmen bersama untuk merangkai pelayanan yang lebih baik ke depan bagi jemaat Tuhan di Klasis Amanuban Timur.

CIMG1659Diawali dengan penerimaan secara adat terhadap para utusan dari Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) Mangga Besar Jakarta, kegiatan pengresmian dan penyerahan sumur bor dari GKY ke GMIT dilanjutkan dengan kebaktian penyerahan sumur bor yang dipimpin oleh Pdt. Timotius Makonimau, S.Th, diikuti sambutan-sambutan, pembukaan selubung papan nama, pengguntingan pita, ramah-tamah dan mengunjungi satu titik sumur bor lainnya yang terletak di mata jemaat Oetimu.

Pendeta Tedi menyampaikan khotbahnya berdasarkan Injil Yohanes 7:37-39, tentang AIR SUMBER HIDUP. Ia menekankan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Manusia mungkin mampu menahan lapar, tetapi sulit untuk menahan haus, mengapa begitu? Karena tubuh manusia terdiri dari 75% air (cairan tubuh) bahkan dari itu otak manusia 85%nya adalah air/cairan, karena itu menurut pikiran konyolnya, ia menyebut manusia adalah: sumber air berjalan.CIMG1671
  2. Orang NTT khusus Timor sangat memahami makna air bagi kehidupan mereka. Walaupun kampung mereka tidak ada sumber air tetapi nama kampung mereka kurang lebih 80% diawali dengan kata “air” dalam bahasa daerah Timor “Oe”, ini memperlihatkan dengan jelas kebergantungan mereka akan adanya air.
  3. Cerita-cerita dalam Alkitab banyak berbicara tentang air, sejak penciptaan, air bah, air berubah menjadi darah, bahkan saat Yakub jatuh cinta kepada Rahelpun berlokasi di sebuah sumur saat ia mau minum air, dan pada puncaknya Tuhan Yesus sendiri di puncak perayaan Pondok Daun di Yerusalem menyatakan diri-Nya sebagai Air Hidup. Perkataan ini penuh makna, secara ilmiah coba dibedah oleh pendeta Tedi dengan mendasarkannya pada tiga pokok yaitu: Wujud, Sifat dan Fungsi air. Wujud air diistilahkan dengan istilah: three in one, (padat:es, cair:air, dan gas:uap). Tiga wujud air ini hamper sama dengan konsep kekristenan tentang Allah Tritunggal, tiga yang esa: Bapa Putera dan Roh Kudus; Sifat air ada dua, mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah dan yang kedua adalah menyebar ke segala arah; bila Yesus mengatakan bahwa Ia= Air Sumber Hidup, maka jelas Yesus Anak Allah yang mahatinggi rela turun ke bawah, tempat hina dan penuh dosa bahkan kematian untuk kehidupan kita; serentak dengan itu, air sumber hidup itu meresap ke dalam hati 12 orang murid yang akhirnya menyebar ke segala arah, seluruh dunia dengan tidak dapat dibendung oleh apapun dan siapapun. Fungsi air: membersihkan, bila Yesus adalah air hidup, maka hanya Yesus yang dapat membersihkan manusia yang kotor dan berlumuran dosa. Sekalipun berwarna merah seperti kirmisi akan menjadi putih seperti salju (bentuk padat dari air). Menghidupkan, semua makhluk hidup sangat bergantung pada air secara jasmani, kitapun bergantung penuh pada Yesus, air hidup yang memberi kehidupan kekal (rohani).

Sekarang sumber air su dekat, bahkan dekat di dalam hati kita. Kita patut bersyukur untuk berkat yang kita terima, bantuan sumur bor ini merupakan tanda kasih dan persekutuan kita di dalam Tuhan Yesus Kristus sumber air hidup. Begitu kata pendeta Tedi mengakhiri khotbahnya.

CIMG1678Selanjutnya, Pdt. Hary Soedjatmiko mewakili sinode GKY dalam sambutannya mengatakan: Terimakasih yang besar atas sambutan dari jemaat Tuhan di Betel Maunsenu, Amanuban Timur ini, GKY terus bergumul untuk menjadi berkat bagi sesama secara khusus Amanuban Timur dan akan terus bergumul untuk itu. Dari empat buah sumur bor yang direncanakan, baru hanya dua saja, kami berencana untuk melanjutkan lagi pergumulan tersebut di titik yang berbeda, mohon dukungan doa bapak ibu, saudara/i. Sambutan beliau diakhiri dengan harapan agar sumur bor yang ada harus dijaga agar kalau boleh tetap menjadi berkat bahkan sampai selama mungkin, jika ada kesulitan dalam mengoperasikan/memperbaikinya, kami siap membantu asal dibangun komunikasi yang baik dan terjaga. Kemarin (28/04/2016) kami juga telah meresmikan Pusat Pelatihan Misi Terpatu (PPMT) di km 9 arah Soe-Kupang. Kehadiran PPMT ini untuk turut mendukung pelayanan bagi para hamba-hamba Tuhan dalam hal pelatihan kepemimpinan dan juga pelatihan dalam bidang teknologi pertanian bagi jemaat Tuhan secara khusus di NTT.

CIMG1682Mengakhiri sesi sambutan, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, S.Th mewakili Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memberikan suara gembala dengan mengatakan: kehadiran gereja dan pelayanannya di tengah-tengah dunia harus diawali dengan diagnosa yang benar akan kebutuhan mendasar apa yang dibutuhkan umatnya, Sinode GKY telah mendiagnosa dengan benar apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari jemaat-jemaat di Amanuban Timur secara khusus pada akhir-akhir ini kami baru tahu tentang adanya badai El Nino yang melanda, karena itu kami atas nama GMIT, Majelis Klasis dan seluruh jemaat di Amanuban Timur menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Sinode GKY melalui jemaat Mangga Besar Jakarta yang telah menjadi berkat bagi kami, serentak dengan itu kami juga menyambut dengan sukacita berita gembira tentang adanya PPMT yang nantinya turut membantu kami di sini tentu saja dengan keberlanjutan kerja sama yang tetap terjaga.

One comment

  • Shinto Tandjung

    Syukur kepada Allah, kiranya semua berkat dan bantuan boleh membangun jemaat di Amanuban Timur. GBu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *