PROSESI PASKAH & DAMPAK BAGI EKONOMI JEMAAT

PROSESI PASKAH & DAMPAK  BAGI EKONOMI JEMAAT

 

Prosesi Paskah Klasis Amanuban Timur tidak hanya ritual keagamaan yang  diselenggrakan  setiap  tahun, namun merupakan peluang bagi pedagang kaki lima dan papalele untuk memasarkan jualan mereka. Para penjual  mendapat keuntungan dari proses tersebut (30/4/2019).

Menurut Marta Nenoliu, salah seorang papalele yang jual sirih pinang di tempat kegiatan mengatakan bahwa sejak dari siang sirih pinang yang dijual begitu laris. “Sejak dari siang tadi, sirih pinang yang saya jual di sini habis dibeli. Saya bilang kepada anak-anak untuk antar lagi ke sini karena datang baru tumpuk langsung dibeli,” kata Marta,  kalau  di  hari  biasa  saya  harus  memikul  barang  jualan(siri  pinang)   saya  menyusuri  jalan  dari  satu  tempat  ke tempat yang  lain  dan  belum  tentu  dalam  seharian  semuanya  laku  terjual.

Ia berharap agar kegiatan ini dilaksanakan tidak hanya perhari namun beberapa hari. “Kalau kegiatan ini dilaksanakan beberapa hari maka kami yang biasa berjualan pindah-pindah bisa jualan tetap di sini selama kegiatan,” harap Marta.

Sementara itu Nurhayati, salah seorang pedagang kaki lima mengatakan bahwa Prosesi Paskah yang dilakukan setiap tahun membawa berkah bagi usahanya. “alhamdullillah, kegiatan Paskah membawa rejeki bagi usaha kami. Setiap tahun kegiatan ini berlangsung kami membawa barang-barang  jualan kami di sini dan tidak lama habis,” ujar Nur.

Sementara itu gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini perlu didesain karena memiliki potensi membangun ekonomi masyarakat. “saya melihat bahwa kegiatan ini memiliki potensi besar bagi masyarakat di TTS khusunya Amanuban Timur yang dari segi ekonomi masih sangat tertinggal, oleh karena itu kegiatan ini perlu didesain,” kata Laiskodat.

Menurutnya, desain akan memberi daya tarik, sebagai gubernur, Viktor meminta humas penprov dan humas pemerintah daerah melibatkan telivisi swasta dan nasional untuk meliput kegiatan ini. “saya meminta kepada humas penprov dan humas pemerintah daerah agar ke depan kegiatan ini melibatkan TV swasta dan nasional untuk disiarkan agar orang datang ke sini, tidak hanya dari Soe dan sekitarnya, tapi dari Kupang, Jakarta bahkan dari luar negeri,” pinta Viktor.

Selain itu Viktor Laiskodat meminta kepada masyarakat agar menyiapkan aksesoris yang bisa dipromosikan dan di jual saat kegiatan ini berlangsung. Setiap orang yang mengikuti kegiatan ini harus beli salib, selendang, kain tenunan dan akseosoris lainnya. “untuk itu masyarakat harus menyiapkan sarung adat, salib dan aksesoris lainnya agar setiap orang yang ikut kegiatan ini harus beli, termasuk gubernur. Ketika pak gubernur datang ikut kegiatan ini harus beli sarung adat yang di siapakan masyarakat,” ujar Viktor diiringi tepuk tangan para peserta yang mengikuti prosesi paskah tersebut.

Di tempat terpisah Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur, Pdt. Saneb Blegur, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat untuk menangkap peluang ekonomi pada setiap perayaan hari raya keagaam masih sangat rendah. “kita harus mengakui bahwa masyarakat kita kesadaran masih sangat rendah untuk menangkap peluang dalam kegiatan-kegiatan seperti ini. Sebenarnya rumah-rumah yang ada dipinggir jalan dibangun lopo kemudian ada tempat jualan untuk menjual aksesoris di situ,lopo  itu  simbol  hidup  orang timor ,jika pernyataan pak Gubernur  ini  suatu  waktu jadi  kenyataan  yakni  prosesi paskah  dijadikan sebagai  wisata  rohani  nasional maka  masyarakat  amanuban Timur  sudah  siap  atau  belum ” kata Saneb.

Ia berharap ada intervensi dari pemerintah yakni menyiapkan PERDA atau PERDES untuk pembangunan lopo di setiap rumah yang dipinggir jalan. “pemeritah  harus intervensi buat PERDA atau PERDES. Tapi lebih baik ada PERDES untuk pembangunan lopo dan penyedian aksesoris untuk bisa dijual,” harap Saneb.

Pdt. Saneb Blegur mengatakan  Ibadah prosesi paskah Klasis Amanuban Timur juga memberi dampak besar bagi jemaat-jemaat GMIT di Amanuba Timur, khususnya para pemuda-pemudi gereja,kami  mendengar  kesaksian  dari Beberapa  pemuda  yang  sedang  usaha  tenda, sound system ,meubel dll, pengakuan  bapak Boby  Djonae  sebagai  pengusaha  meubel bahwa  ia sangat  diberkati  dengan pelayanan  ini .Tuhan Yesus  sudah  berbuat  terlalu  banyak  buat  saya .senada  dengan Bapak  Boby  Djonae ,Bpk Niger banunaek yang  sekarang  sedang  usaha sound  system,Tenda lampu dan acesoris  lainya   Ia mengaku bahwa  saya sudah  dapat  terlalu  banyak  dari Tuhan  Yesus. Setiap   kali  kegiatan  prosesi  ada saja  berkat  yang mengalir dalam  hidup saya  sehingga  sampai  hari  ini  saya  masih  ada.  Selain pada peluang ekonomi dan melihat keunikan di klasis ini, kegiatan  prosesi juga  memberi  dampak  besar terhadap   kebangkitan  pemuda  dalam pelayanan  Gereja. Banyak  gereja  di  Amanuban Timur  yang  telah  berbenah  terkait  kepengurusan  pemuda  mereka, mereka  juga  sudah  terlibat secara  aktif  dalam  pelayanan  gereja  baik  liturgi  maupun  program-program  pelayanan lainya. Sebelumnya   mereka  mengaku  bahwa  mereka  pemuda  gereja,  tetapi  tidak  mau  diatur dalam  sistim dan lain sebagainya.

(Frans Nahak)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *