SERAH TERIMA PENDETA WIL NEKMSE

ANTARA PELAYANAN & KELUARGA

KEBAKTIAN SERAH TERIMA   KETUA MAJELIS JEMAAT WILAYAH NEKMESE

SELASA 5 MEI 2015

 

Dalam rangka mengisi kefakuman tenaga pelayan pada jemaat-jemaat di Klasis Amanuban Timur, Majelis Sinode Harian GMIT (MSH GMIT) menempatkan seorang tenaga pelayan atas nama Pdt Robiyanto H. Metkono S.Th .

Sebelumnya pdt Robi/rony adalah salah satu   tenaga pelayan di Klasis    Alor Timur Laut tepatnya di Jemaat Nailang sebagai Ketua Majelis Jemaat . selain pertimbangan periodesasi pelayanan & penilayan kinerja , pertimbangan keluarga   juga menjadi   salah satu alasan pemutasian yang bersangkutan dari Klasis Alor Timur Laut     Ke Klasis Amanuban Timur kemudian ditempatkan di jemaat wilayah Nekmese .

Jemaat wilayah Nekmese yang terdiri dari 4 jemaat : Rehobot Oeusapi, Kefas Tuafutu,Lakhairoi Oetimu, Pin ana Poepana dan 2 pos pelayanan: Pniel Tuakole & Imanuel Eon Ana yang juga merupakan pusat Kecamatan Fatukopa dan berbatasan lansung dengan Kabupaten TTU dan Belu itu sejak Agustus 2014  mengalami kefakuman   tenaga pelayan karena     pemutasian pdt. Eko Pujianto Makunimau S.Th(Tedy) dari wilayah Nekmese Ke Wilayah Telukh Klasis Amanuban Timur

Persiapan kegiatan serah terima telah dilakuka  oleh majelis jemaat wilayah Nekmese 20150505_102525bersama BPPPK Klasis Amanuban Timur sejak tanggal 4 -5 mei tahun 2015 yakni   penatalayanan terhadap administasi dan keuangan jemaat Nekmese

Acara serah terima   Ketua Mejlis ini berlangsungkan di gedung kebaktian   jemaat Rehobot Oeusapi pada     tanggal 5 Mei tahun 2015 yang    dihadiri oleh para ketua Majelis jemaat se Klasis Amanuban Timur, perutusan dari keluarga Besar Jemaat Nailang Alor ,keluarga dari  pdt Robi , serta para undangan dari unsur pemerintah desa,tokoh Adat   dan majelis Harian se wilayah Nekmese .

Inti   dari seluruh rangkaian acara Serah terima tersebut ditandai dengan kebaktian perhadapan ketua mjelis baru yang dipimpin Oleh Pdt, Ny Emma R.D.Blegur,Fallo,S.Th .

Melalui bacaan Markus 10 :45 Pdt Ema Blegur, F, S.Th mengangkat tema “HATI SEORANG HAMBA “ dalam khotbahnya , Ketua Majelis Wialayah Maunsenu ini menekankan 3 poin penting:

  1. Hati seorang hamba adalah hati yang sunggu-sungguh mau melayani Tuhan 20150505_124950sama seperti Kristus yang sungguh-sungguh melayani Umatnya
  2. Hati seorang hamba adalah memiliki kerendahan sama seperti Kristus yang mau relah merendahkan diri sampai mati di Kayu salib .
  3. Dalam kerendahan dan kesungguhan hati , para pelayan Kristus   terus berlari secara estafet dari satu titik ke titik selanjutnya .tidak secara maraton (indifidu ) dari start sampai finish.

Da20150505_125357lam suasana Ibadah, Pdt Robianto H . Metkono disilahkan menyampaikan pembaharuan janjinya dihadapan Tuhan dan jemaatNya kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan Majelis Sinode GMIT dan penandatanganan Berita acara serah terima   serta penyerahan   secara simbolis alat kelengkapan organisasi dari Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur pdt Saneb Yohanis Ena Blegur,S.Th kepada Pelayan yang baru yang disaksian oleh   Perwakilan majelis jemaat Nekmese   Pnt Laazer Laisbuke & perwakilan jemaat Pnt Benyamin Sae .20150505_132528

Dalam sapaan awalnya pdt robi memulai dengan memperkenalkan diri sekaligus permintaan maafkepada seluruh jemaat dan undangan  karena   istrinya baru selesai melahirkan sehingga tidak dapat hadir dalam kegiatan serah terima.selanjutnya pdt juga   menyampaikan komitmen awalnya bahwa ia akan berusaha membagi waktu sebaik-baiknya untuk  menjalankan tugas dan tanggung jawabnya baik sebagai pelayan(ketua Majelis ) di Nekmese dan juga sebagai kepala rumah tangga untuk keluarga di Tipa .

Selanjutnya dalam suara Gembala , Ketua Majelis Klasis Amanuban Timur Pdt. Saneb Y E.Blegur,S.Th mengucapkan terima kasih kepada satuan majelis jemaat se- wilayah Nekmese   yang telah menjalankan pelayanan dengan baik ,dalam   pemberitaan maupun secara administrasi dan organisasi sejak pemutasian pdt Tedy   bulan Agustus 2014 sampai sekarang .

Kepada ketua Majelis yang Baru,   KMK menyampaikan harapan jemaat   yang telah disampaikan sebelumnya bahwa   jemaat merinduhkan kehadiran seorang   pelayanan ditengah –tengah pergumulan mereka . mereka rindu jika   seorang pelayanan selalu berada   di tengah-tengah  mereka, namun tidak berarti bahwa keberadaan ditengah-tengah jemaat itu sebagai alasan untuk mengabaikan tugas dan tanggung jawab nya sebagai kepala keluarga    . mengenai tempat tinggal bisa diatur bersama karena sejarah mencatat  Nekmese ini lahir dari Rahim   jemaat Tipa dan saya adalah bidannya ,karena itu bisa tinggal di tipa atau tinggal di Nekmse… atau bisa di tipa dan Nekmese …sama saja .. yang penting adalah “ karena alasan Keluarga   Jemaat dikorbankan atau karena alasan Jemaat Keluarga dikorbankan”.

Acara diakhiri dengan doa dan ramah tama bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *