SERAH TERIMA KMJ TOL

TOL? TIDAK SEMUA JALAN BEBAS HAMBATAN!

 

Pagi ini dengan senyum sukacita dan penuh keramahan kedatangan kami disambut oleh umat Tuhan di Tol. ‘Tol’, Memang terkadang nama dapat sejalan keindahannya dengankenyataan, kondisi jalannyapun turut mendukung, juga tanpa hambatan, tapi tidak dengan situasi pelayanan. Sejak tahun 2014 umat Tuhan di sini seolah-olah berjalan sendiri bukan karena tidak ada pelayan yang mau ke sana tapi karena umat yang merasa diri belum siap untuk itu.

Hari ini (Senin, 20 Juni 2016), satu demi satu dari hambatan-hambatan pelayanan di Tol mulai mencair, umat Tuhan dari empat mata jemaat: Imanuel-Tol, Elim-Bileon, Ekklesia-Fatukoloh dan Gosyen-Besle’u bersekutu bersama di jemaat pusat (Imanuel Tol) untuk membuka hati, tangan dan pintu rumah mereka menyambut kehadiran seorang abdi Allah. Pendeta Arnol Sanam, S.Th, dengan diantar oleh Majelis Klasis Harian Amanuban Timur, Majelis Klasis Ex officio, undangan dan juga keluarga (yang datang dari Oetulun, Fatule’u Barat, Kabupaten Kupang).

Penyambutan itu ditandai dengan kebaktian dan serah terima pelayanan, administrasi dan organisasi dari Ketua Majelis Klasis (KMK) Amanuban Timur, Pdt. Saneb Yohanes Ena Blegur, S. Th selaku penjabat antar waktu kepada Pdt. Arnol (sapaan Pdt. Arnol Sanam, S.Th) yang hari ini merupakan langkah pertamanya memulai karier pelayanannya sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ) di Tol.

CIMG2068Kebaktian dipimpin oleh Pdt. Henderika Pello-Weno, S.Th (KMJ Kaeneno), dalam khotbahnya yang didasarkan pada I Raja-raja 3:5-15, dengan thema kecil: MILIKILAH HATI YANG PAHAM, beliau mengajak abdi Allah untuk bercontoh pada Salomo yang dalam mimpinya sekalipun, ia hanya meminta untuk diberikan hati yang berhikmat dan karena itu Tuhan Allah malah memberikan yang lebih dari itu.

Hari ini seorang abdi Allah ada di tengah-tengah kita untuk menata pelayanan di sini, Pdt. Arnol hari ini memiliki tanggung jawab yang besar untuk pelayanan, jangan takut untuk berkata, CIMG2058bersikap dan bertindak, tetapi lakukanlah itu dengan hati yang paham, milikilah hati seperti Salomo. Janji Tuhan: Aku akan selalu menyertai engkau, jangan takut untuk melayani di tengah-tengah penderitaan apalagi kebencian dan ketidaknyamanan, Tuhan memberkatimu ujar pdt. Dika mengakhiri khotbahnya dengan memberi kesempatan kepada vocal group para pendeta.

CIMG2081Usai kebaktian, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima yang disaksikan oleh Pnt. Ibrahim Lopo dan Pnt. Zet Leonutu, selanjutnya Pdt. Arnol ketika diminta untuk menyampaikan sepatah dua kata melalui arahan, beliau mengatakan sambil mengutip apa yang dikatakan oleh Soleman Bait (paman pdt. Arnol) sebagai wakil yang menyampaikan isi hati keluarga Sanam tentang bagaimana memberi diri menjawab panggilan Tuhan, pdt. Arnol menceritakan bagaimana keterpanggilan dan pembentukan dirinya oleh Allah sendiri. Mengakhiri sambutannya, pdt. Arnol mengharapkan kerjasama antara semua pihak baik itu di dalam gereja maupun pemerintah desa bahkan kecamatan Fautmolo.

Arahan ditutup dengan suara gembala dari KMK Amanuban Timur, mengawali sesi ini Pdt. Saneb (sapaan) memulai dengan melihat situasi ruang kebaktian yang dipenuhi oleh jemaat, mungkinkah ini suatu pertanda baik untuk pelayanan Pdt. Arnol ke depan? Tantang beliau…. Kita bersyukur karena Allah sendiri mengutus abdi-Nya untuk melanjutkan pelayanan di sini.

CIMG2115Sambil menggarisbawahi apa yang dikatakan oleh bapa Soleman Bait, beliau melanjutkan tentang beberapa hal yang menjadi catatan penting untuk diperhatikan, tadi dalam perjalanan ke sini, teman-teman pendeta mengatakan sekarang jalan ke sini sudah bagus, orang bilang Tol banyak batu-batu dan tikungan sekalipun ‘tol’ itu sendiri artinya jalan bebas hambatan, tapi kami sebagai gereja berharap filosofi ini tidak menggambarkan hati kita, kita tidak boleh tinggal di belakang, di tebing dst. hati kita harus tertuju pada Allah dan pelayanan-Nya untuk mewujudkan dunia yang penuh damai sejahtera.

Kepada bapak pendeta di sini, banyak pergumulan yang terjadi di tempat ini, saya baru 12 tahun ada di Amanuban Timur, dari pengalaman saya ada satu kesimpulan bahwa jemaat-jemaat di sini merindukan seorang pemimpin yang patut dicontohi yang ada di tengah-tengah mereka untuk membangun pelayanan di tempat ini dan ini kata kuncinya.

CIMG2049Pak pendeta memang masih muda dan terbatas bahkan mungkin tinggi ego, tetapi sesungguhnya Tuhan berikan kuasa dan hikmat untuk ini, mungkin bapa sebagai Ketua Majelis, tetapi pak pendeta harus memberikan porsi lebih besar sebagai pastor atau gembala bagi umat di sini, karena itu mari mendengar suara hati mereka dan berikanlah solusi tepat sesuai dengan yang mereka harapkan. Selanjutnya kebersamaan yang dibangun pak pendeta juga harus bercontoh pada Yesus ketika murid-murid dipanggil, hampir sebagian besar secara kolektif, karena itu bangunlah kebersamaan juga tidak hanya di tengah-tengah jemaat tapi juga di klasis, kalau terlalu jauh jarak ke sana, mari berbagi di grup “korek telinga” FB klasis Amanuban Timur (grup internal yang dibangun untuk menyampaikan uneg-uneg). Akhirnya selamat datang dan selamat bergabung pak pendeta secara khusus di wilayah Tol, ujar beliau mengakhiri sesi suara gembala.

Keramahan dan sukacita hari ini ditutup dengan doa untuk acara makan bersama yang dipimpin oleh KMJ Anugerah Pdt. Akurius Delif Laufa, S.Si Teol sebelum kami kembali ke sudut pelayanan masing-masing. Tuhan Yesus Pemilik Pelayanan dan Kepala Gereja memberkati kita semua. wn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *