SIDANG ISTIMEWA KLASIS DAN SIDANG MAJELIS KLASIS AMANUBAN TIMUR TAHUN 2015

CIMG0619 (2)Sidang Majelis Klasis (MK) Amanuban Timur (Abantim) tahun 2015 berlangsung di gedung kebaktian jemaat Ebenhaezer-Kaineno, pada tanggal 7 – 9 Januari 2015. Pelaksanaan Sidang MK kali ini disatukan dengan Sidang Istimewa Klasis Abantim. Penggabungan dua jenis persidangan tersebut semata-mata

karena desakan kebutuhan pelayanan. Berdasarkan peraturan pemilihan Majelis Sinode Harian (MSH) GMIT, nama-nama personil bakal calon MSH GMIT diusulkan oleh jemaat-jemaat melalui persidangan Klasis. Mengingat Sidang Sinode akan dilaksanakan pada bulan September 2015 maka Sidang Klasis Abantim harus secepatnya dilakukan. Demi penghematan waktu dan anggaran, Sidang Istimewa Klasis digabungkan dengan Sidang MK Abantim, berlangsung dari tanggal 7 sampai 9 januari 2015. Tahap-tahapan persidangan berjalan dengan baik dan lancar. Sesuai tujuan persidangan, akhirnya persidangan dapat menetapkan beberapa keputusan. Sidang Istimewa berhasil menetapkan keputusan tentang paket bakal calon MSH GMIT periode 2015-2019. Sedangkan Sidang MK berhasil menetapkan keputusan tentang Program Kebersamaan Jemaat-Jemaat, Program Badan Pembantu Pelayanan, Rekomendasi-rekomendasi dan Anggaran pelayanan aras klasis tahun 2015.

CIMG0596Ibadah pembukaan sidang dipimpin oleh Pdt. Nicolas St. E. Lumba Kaana, yang selama persidangan akrab disapa Pdt. Niko. Perikop surat Efesus menjadi dasar khotbah bertopik Terobosan Iman untuk Kesejahteraan Masyarakat. Pdt. Niko memulai khotbahnya dengan mengulas pandangan tokoh ekonomi modern, John Adam Smith, bahwa kesejahteraan masyarakat dapat terwujud bila tiap orang melakukan pekerjaannya dengan baik, dan hasil kerjanya dikumpulkan untuk kesejahteraan bersama. Menurutnya, prinsip keadilan dalam bekerja dan dalam distribusi hasil produksi itulah yang kini menjadi akar masalah kemerosotan dan ketimpangan ekonomi jemaat. Petani di desa telah kehilangan otonomi bekerja. Sistem pasar menjauhkan petani desa dari hasil produksinya. Mengaitkan dengan pesan rasul Paulus dalam surat Efesus 1:3-11, Pdt Niko mengkhotbahkan bahwa keprihatinan ekonomi yang demikian menjadi tantangan bagi kesaksian gereja tentang kekayaan kasih karunia Allah bagi umat pilihan. Allah menghendaki tiap orang hidup kudus dan tak bercacat. Hidup kudus dapat dipahami sebagai cara hidup yang bertanggung jawab. Pengembangan talenta dan keunikan yang ada pada diri setiap orang menjadikannya sebagai berkat bagi orang lain. Hidup tak bercacat dapat dipahami sebagai kondisi hidup dalam relasi interpersonal sesuai prinsip keadilan dan kemanusiaan. Pdt. Niko mengaminkan pandangan rasul Paulus bahwa Roh kudus telah dianugerahkan Allah bagi setiap orang percaya. Roh kudus itu sebagai jaminan bahwa semua orang dapat bekerja dan dapat berelasi dengan baik, sebagai jalan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Menyadari akan hakekat pelayanan sebagai buah karya Roh Kudus, maka pelayanan harusnya dipahami sebagai terobosan iman untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Dalam pandangan Kristen, Roh Kudus memampukan setiap orang bekerja dengan baik dan hidup dalam relasi yang seimbang. Pdt. Niko menutup khotbahnya dengan pernyataan, kiranya dalam tuntunan Roh Kudus persidangan ini dapat menggumuli program pelayanan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Acara pembukaan persidangan dihadiri oleh personil MK Abantim yang terdiri dari para pendeta, personil Unit-unit dan Badan-badan pembantu pelayanan (UPP dan BPP) Klasis Abantim. Hadir juga dalam acara pembukaan persidangan itu, pejabat yang mewakili camat Amanuban Timur, camat Fatukpoa dan Fatumolo. CIMG0623 (2)Ada juga pimpinan BRI dan Bank NTT ranting Abantim. Akta pembukaan sidang disampaikan dalam liturgi ibadah pembukaan oleh Wakil Sekretaris Majelis Sinode (WASEK MS) GMIT. Acara ibadah dilanjutkan dengan peluncuran website klasis Abantim. Selanjutnya, sambutan pemerintah setempat dan suara gembala Majelis Sinode GMIT. Sekretaris camat Fatumolo, dalam sambutannya mengulas persoalan masyarakat di wilayah Klasis Abantim yang patut mendapatkan perhatian gereja, yakni permasalahan perpindahan agama disebabkan oleh masalah ekonomi. Setiap tahun, demikian dikatakan oleh sekcam Fatumolo, banyak terjadi kasus orang pindah agama. Mereka pindah karena “semangkuk bubur kacang merah” seperti dalam cerita kain dan Habel di Perjanjian Lama. Sekcam mengharapkan Sidang Istimewa dan Sidang MK dapat mengidentifikasi akar penyebab masalah ini dan menentukan program pelayanan sebagai solusi. Pdt. Ince, demikian sapaan akrab untuk wasek MS GMIT, menjelaskan makna Sidang Istimewa Klasis dan Sidang MK. Sidang Istimewa dilaksanakan untuk menentukan siapa yang akan dicalonkan untuk menjadi Bakal Calon Majelis Sinode GMIT periode tahun 2015-2019. Selain itu, Sidang Istimesa juga akan memilih perutusan jemaat seklasis sebagai peserta Sidang Sinode di Lobalain (Rote). Para orang pilihan di sidang ini jugalah yang akan menentukan personil Majelis Sinode GMIT periode 2015-2019, demikian Pdt. Ince. Mengenai Sidang MK, Pdt. Ince menjelaskan bahwa Sidang MKdimaksudkan untuk mengevaluasi Program Kebersamaan dan Anggaran Belanja Pelayanan Kebersamaan Tahun 2014. Berdasarkan evaluasi itu Sidang MK akan merumuskan kebutuhan dan menentukan program pelayanan kebersamaan di tahun 2015. CIMG0605 (2)Dalam suara gembala itu juga, Pdt. Ince menyebutkan beberapa persoalan mendesak di TTS, yakni human trafficking dan krisis lingkungan. Permasalahan human trafficking disebabkan oleh tingkat pendidikan yang minim sehingga tidak cukup bekal bagi para tenaga kerja produktif untuk memperoleh pekerjaan dengan cara yang sah. Mereka terjaring oleh pihak-pihak yang menggejar keuntungan dengan mengeksploitasi semangat para pencari kerja yang minim pendidikan dan keterampilan. Solusinya adalah pendidikan dan latihan bagi calon tenaga kerja. Permasalahan lingkungan harus diselesaikan dengan kegiatan menanam pohon sebanyak-banyaknya. Alam TTS semakin rusak karena perlakuan kita manusia. Kita mengelola alam hanya untuk kepentingan generasi sekarang, dan mengabaikan kepentingan generasi mendatang. Seruan sekali lagi tanam, perlu didukung oleh semua jemaat. Alangkah baiknya, demikian harapan Pdt. Ince, kalau tiap orang di dalam keluarga punya tanaman sendiri yang ditanamnya, dirawat dan dipelihara dengan tangannya sendiri.
Pdt. Aplonia A. Kou berperan sebagai pemandu panel diskusi yang membahas sub thema pelayanan tahun 2015, “Berdasarkan damai sejahtera Kristus kita tingkatkan peran warga GMIT dalam pelayanan holistik untuk mengembangkan kemandirian ekonomi kreatif”. Diskusi dimulai dengan pemaparan para panelis. Pdt. Ince Ay-Toselak ,wasek MS GMIT, mengulas beberapa data tentang kemiskinan masyarakat NTT dan perlunya pelayanan jemaat yang berorientasi pada pengembangan ekonomi kreatif. Panelis kedua, Pdt. Daniel Nenotek, ketua Badan Diakonia GMIT (BDG), menguraikan beberapa lansadasan teologi di bidang diakonia dan kiprah BDG. Penatua Winfrit Albert Lay menyampaikan model ekonomi kreatif di bidang peternakan. Antusiasme peserta dalam berdiskusi terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan tanggapan. Tiga sesi dibuka untuk menampung pertanyaan bagi panelis dan usul saran untuk pelayanan. Acara diskusi panel berlangsung dari jam 13.00. sampai jam 17.00. Acara dilanjutkan dengan Sidang Istimewa Klasis Abantim, berikut Sidang MK Abantim.
Sidang Istimewa dilakukan secara “terburu-buru”, mengingat cukup banyak dari peserta persidangan yang merupakan perutusan dari tiap mata jemaat sudah dijemput oleh kendaraan ojek masing-masing. Persidangan dimulai pengecekan kuorum, diikuti pemilihan Majelis Persidangan. Terpilih secara aklamasi Pdt. Victory P. C. Henuk (jemaat Oelet) dan Pnt. Vety Nabunome (Jemaat Maunsenu) untuk mendamipingi Pdt. Saneb Blegur, Ketua Majelis Klasis (KMK) Abantim, sebagai Majelis Sidang Istimewa. Dengan dipandu oleh Majelis Persingan terpilih itulah pemungutan suara berlangsung untuk menentukan paket bakal calon MSH GMIT yang diusulkan oleh jemaat-jemaat se-klasis Abantim kepada Panitia Pemilihan MSH GMIT periode 2015-2019. convert1Paket bakal calon MSH yang ditetapkan sebagai usulan dari jemaat seklasis Abantim, yaitu : Pdt. Benyamin Naralulu (balon Ketua), Pdt. Ince Ay-Toselak (balon waket), Pdt. Yusuf Nakmofa (balon sekretaris), Pdt. Eny Defretes-Lulan (balon wasek), Dkn. Cahyani Rozali (balon Bendahara). Lima nama yang ditetapkan sebagai bakal calon anggota MS, yaitu Pnt. Yusak Taneo, Pnt. Ayub Titueki, Pnt. Winfrit Albert lay, Pnt. Eny Nomleni dan Winston Rondo. Sidang Istimewa juga memilih perutusan jemaat untuk menjadi peserta sidang Sinode tahun 2015 di Lobalain Rote. Mereka yang terpilih, yaitu Pdt. Wiliradith Maniley (Jemaat Biito) dan Pdt. Aplonia A. Kou (Jemaat Oeleon), Pnt. Mel Benu (Jemaat Oelet) Dkn. Aplonia Selan (jemaat Haunomaten). Pnt. Yohanis Soinbala (jemaat Pisan) terpilih secara aklamsi sebagai peserta sidang sinode dari unsur pengajar. Sidang Istimewa akhirnya dinyatakan berakhir pada pukul 21.00. ditandai dengan makan bersama, ibadah dan istrahat malam. Sidang MK Abantim berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 8 dan 9 Januari 2015. Acara persidangan hari pertama terdiri dari ibadah, pengecekan kuorum, pembahasan tata tertib dan jadwal, penyampaian laporan pelayanan MK dan BPP, selanjutnya tanggapan peserta, diikuti persidangan komisi. Untuk menggodok berbagai kebutuhan demi mencapai tujuan Sidang MK, peserta sidang dibagi ke dalam empat komisi. Komisi A mendapat tugas merancang program kebersamaan tahun 2015 untuk lima bidang program (koinonoa, marturia, diakonia, liturgia dan oikonomia). Komisi B mempersiapkan rancangan rekomendasi untuk pelayanan tahun 2015. Komisi C mempersiapkan rancangan program Badan Pembantu pelayanan (BP3J, BDK dan Panitia Pembangunan). Dan komisi D mempersiapkan konsep Anggaran Pelayanan aras Klasis tahun 2015. Sidang MK yang berlangsung pada tanggal 8 Januari berakhir dengan finalisasi hasil rapat komisi.
CIMG0683 (2)Pada hari kedua persidangan, tanggal 9 Januari, Sidang MK dilanjutkan dengan pleno hasil rapat komisi. Setelah ibadah dan makan pagi, tiap komisi diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil rapatnya kepada pleno untuk mendapatkan penyempurnaan dan persetujuan. Percakapan dibangun melalui diskusi yang dipimpin oleh KMK Abantim. Hasil pleno berupa keputusan Sidang MK tentang Program kebersamaan dan program kerja BPP, keputusan Sidang MK tentang rekomendasi pelayanan, dan keputusan Sidang MK tentang Anggaran Pelayanan aras klasis tahun 2015. Pleno berakhir pada hari Jumat, tanggal 9 Januari 2015, pukul 18.30. Ibadah penutup dipimpin oleh Vikaris Arnol Sanam. Vikaris Arnol, yang sepanjang sidang mendapat julukan akrab “pak Jenggot”, mengangkat perikop Yohanes 21:15-19 sebagai dasar khotbah. Melalui khotbahnya, pak jenggot menguraikan beberapa sikap dan tindakan Petrus sebagai rasul Kristus. Singkatnya, Petrus pernah menyangkal Yesus, dan Yesus merangkulnya kembali dengan penugasan sebagai gembala umat. Khotbah itu mengingatkan peserta sidang untuk mengemban pelayanan pengembalaan atas dasar cinta kepada Yesus. KMK Abantim menyampaikan akta penutupan sidang dalam liturgi. Ibadah Penutupan dilanjutkan dengan penyampaian isi hati panitia pelaksana Sidang dan ungkapan rasa oleh KMK Abantim. Persidangan rampung pada pukul 19.30., ditandai dengan acara makan malam bersama dan saling salam sayonara.

 

(Pdt. Nicolas St.E. Lumba Kaana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *