SIDANG MAJELIS KLASIS AMANUBAN TIMUR KE-XII : JANGAN JADI PENDETA SMS

SIDANG MAJELIS KLASIS AMANUBAN TIMUR KE-XII: “JANGAN JADI PENDETA SMS”

Majelis Klasis Amanuban Timur menyelenggarakan sidang Majelis Klasis yang ke-XII (24/1).

Dalam sidang tersebut dihadiri oleh Pdt. Elisa Maplani, wakil sekretaris sinode GMIT. Dalam suara gembala Pdt. Elisa menyampaikan tentang esensi dari persidangan.

Pertama mengevaluasi program kebersamaan Klasis. Apa yang sudah dikerjakan. Sampai seberapa jauh dampak dari program tersebut? Sidang adalah momentum untuk duduk bersama berbicara dengan menjunjung tinggi etika.

Kedua, menetapkan program kebersamaan untuk dilaksanakan. Acuannya adalah HKUP.  Menerjemahkan HKUP ke program pelayanan. Perhatikan skala prioritas dengan mempertimbangkan finansial jemaat. Analisa secara cermat apa yang menjadi cerita keprihatinan sosial di Klasis Amanuban Timur.

Pdt. Elisa Maplani menyampaikan suara gembala

Beliau mengingatkan para pendeta tentang konteks Amanuban Timur dan meminta para pendeta agar tidak hanya berkhotbah di mimbar. Jangan menjadi pendeta “SMS” Sabtu datang Minggu pimpin kebaktian Senin Pulang. Toga tidak hanya di mimbar tapi di kebun-kebun jemaat.

Kebaktian pembukaan sidang dipimpin oleh Pdt. Dian Pisdon dari Jemaat Oeleon dan dihadiri oleh delapan belas pendeta di Klasis Amanuban Timur serta undangan.

Persidangan dilakukan di Mata Jemaat Anugerah-Jemaat Tipa tanggal 24 s/d 25 Januari 2022. (FN).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *