SUARA GEMBALA MAJELIS SINODE GMIT NATAL 2014

BERJUMPA DENGAN ALLAH DALAM KELUARGA

Kepada yang kekasih : Segenap Anggota Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT)

Berbahagialah orang yang membawa damai…….

Dengan sukacita kami mengajak segenap anggota GMIT untuk menaikan puji syukur kehadirat Allah atas pimpinan dan penyertaan-Nya bagi kita sehingga diperkenankan-Nya untuk merayakan Natal tahun ini sebagai peringatan akan peristiwa Allah mendatangi dan menjumpai ciptaan-Nya termasuk manusia. Peristiwa ini terjadi karena begitu besar kasih Allah akan ciptaan-Nya (bd.Yoh.3:16).

Bersama-sama dengan umat kristiani di negeri ini kita merayakan peristiwa Natal tahun ini di bawah tema“Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga”. Bahwa kewajiban kita sebagai umat Allah yang sudah, sedang dan akan diselamatkan oleh Allah adalah senantiasa harus selalu “berjumpa dengan-Nya”. Perjumpaan kita dengan Allah mesti terjadi dan berlangsung dengan sungguh-sungguh, terutama dalam setiap keluarga sebagai persekutuan basis kehidupan berjemaat dan bermasayarakat. Dengan demikian maka setiap keluarga diharapkan untuk menjadikan perayaan Natal tahun ini sebagai kesempatan untuk menjumpai Allah dan bukan kesempatan untuk berhura-hura tanpa makna.

Natal : Peristiwa Allah mengasihi ciptaan-Nya.

Kelahiran Yesus yang membawa sukacita besar bagi segenap ciptaan, merupakan cara Allah menyatakan diri-Nya untuk menyelamatkan segenap ciptaan-Nya. Karena peristiwa ini adalah peristiwa sukacita, bagi setiap orang, bagi setiap keluarga, bagi kita semua maka sudah seharusnya kitapun mesti semakin meningkatkan tindakan untuk mengasihi Allah dan juga mengasihi segenap ciptaan-Nya. Dalam hubungan dengan itu kami mohon agar dalam perayaan Natal ini setiap orang, terutama setiap keluarga dapat melakukan pelayanan kasih (diakonia) bagi sesamanya, khususnya bagi mereka yang sedang mengalami bencana dan musibah dalam segala hal di mana-mana. Dengan demikian maka kita mesti memperlihatkan tanda kehadiran Allah seorang kepada yang lain dalam semangat cinta kasih, kekeluargaan dan persaudaraan.

Natal : Setiap keluarga harus menjumpai Allah.

Dalam konteks di mana kita berada sekarang yang sedang berhadapan dengan berbagai pergumulan dan tantangan kehidupan, peristiwa Natal dimaknai sebagai peritiwa Allah memperbaiki, memperbaharui dan menyempurnakan kehidupan umat-Nya. Dalam terang pemahaman seperti ini kami memohon dengan sangat agar setiap keluarga mesti merenungkan tindakan Allah ini dengan sungguh-sungguh. Untuk maksud itu maka dalam setiap keluarga, seharusnya dibiasakan untuk selalu beribadah kepada Allah, membaca dan merenungkan Firman-Nya, memuji-muji dan menyampaikan doa kepada-Nya. Dengan demikian maka setiap keluarga dapat menjadi tempat yang penting dalam rangka membina dan membangun iman jemaat untuk semakin percaya, setia dan taat kepada Allah. Dalam setiap keluarga, tiap orang mesti diajari dan belajar untuk menjadi umat Allah yang bertanggungjawab. Di sini setiap keluarga menjadi “bait suci” yaitu tempat perjumpaan manusia – anggota keluarga – dengan Allah. Hal yang penting ini kiranya menjadi perhatian segenap keluarga dalam perayaan Natal tahun ini. Jika tidak demikian, maka perayaan Natal yang dilakukan oleh dan didalam setiap keluarga akan menjadi sia-sia belaka.

Merayakan Natal dalam keluarga.

Kini kita sedang berada dalam dunia yang berkembang dengan cepat, pesat dalam berbagai bidang kehidupan, yang memberi banyak manfaat yang baik, tetapi juga yang berakibat buruk bagi kehidupan setiap keluarga. Kita menyaksikan dan menjumpai banyak keluarga yang sedang bergumul dengan berbagai masalah dan persoalan yang masih perlu diselesaikan seperti kemiskinan, pendidikan anak-anak, kesehatan anggota keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, perdagangan manusia, ketidakadilan dan sebagainya. Persoalan-persoalan ini membawa dampak buruk bagi kehidupan bersama setiap keluarga, juga antar keluarga. Dalam keadaan seperti ini, semangat dan makna Natal kiranya mendorong kita untuk bisa menyatakan cinta kasih kepada sesama dan juga tanggungjawab untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada dengan sungguh-sungguh berdasarkan Iman kepada Yesus Kristus. Karena itu bagi setiap keluarga yang merayakan Natal kami berharap untuk tidak menjadikan peristiwa ini sebagai kesempatan untuk berhura-hura dan bersenang-senang apalagi mengekspresikan kegembiraan itu dengan bunyi-bunyian petasan, konvoi sepeda motor dan lain-lain yang mengganggu lingkungan dan ketenangan orang lain di sekitar kita tetapi sebaliknya kita pakai kesempatan ini untuk menyatakan kesetiakawanan seorang terhadap yang lain untuk bersama-sama melakukan apa yang Allah kehendaki. Kita mesti menjaga kehormatan peristiwa iman penting ini dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang mendatangkan kekacaubalauan, ketidaknyamanan dan berbagai bentuk tindak kejahatan lainnya.

Pada kesempatan ini, kami menyampaikan Selamat Merayakan Natal 2014 dan memasuki Tahun Baru 2015 kepada segenap anggota dan keluarga-keluarga GMIT dengan harapan kiranya melalui petistiwa Natal ini, kita semua menjadi berkat bagi dunia karena kehidupan kita membawa kabar baik dan sukacita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *