TUNAIKAN TUGAS PELAYANAN

TUNAIKAN TUGAS PELAYANAN

2 TIMOTIUS 4:1-8

PENGANTAR

Tahun ini periode pelayanan penatua, diaken dan pengajar akan berakhir. Pemilihan penatua, diaken dan pengajar periode baru akan dilaksanakan pada Sidang Jemaat antara bulan Juli s/d September tahun 2023, sebelum Sidang Sinode GMIT. Kemudian serah terima akan dilaksanakan di awal tahun 2024. Jarak waktu setelah pemilihan dan serah terima “menguji” komitmen presbiter yang tidak terpilih lagi di periode 2024 s/d 2027. Ada kemungkinan bahwa presbiter yang tidak terpilih lagi, tidak akan menunaikan tugas pelayanan sampai selesai. Mereka diam-diam “menghilang” dari pelayanan padahal jabatan pelayanan baru akan berakhir setelah serah terima. Namun tidak semua, karena ada presbiter yang setia menunaikan tugas sampai masa pelayanan berakhir. Kemudian menyerahkan estafet pelayanan kepada presbiter periode pelayanan yang baru.

Dalam bacaan ini Paulus hendak menyerahkan tugas pelayanan kepada Timotius.

PEMBAHASAN TEKS

Paulus memberikan perintah kepada Timotius agar ia menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Perintah ini ditulis dengan khidmat dan serius karena ia menyadari bahwa sebentar lagi ia telah tiada (ayt 6), dan ini merupakan kesempatan terakhir untuk mengingatkan Timotius.

Paulus memberikan pesan yang sungguh-sungguh dengan mengatakan bahwa di hadapan Allah dan Kristus yang akan menjadi saksi dan hakim bagi mereka (di hadapan Allah dan Kristus Yesus…….aku memberikan pesan kepadamu ). Hal itu menunjukan bahwa apa yang disampaikan sungguh amat penting. Kata-kata ini memberi peringatan bagi Timotius bahwa nanti pada saat kedatangan Kristus yang kedua, ia harus mempertanggungjawabkan pelayanannya. Paulus sendiri telah siap untuk memberikan pertanggungjawaban.

Oleh karena itu, pada ayat 2 Paulus mengatakan bahwa tugas utama Timotius adalah memberitakan Firman baik atau tidak baik waktunya. Tidak menjadi soal, apakah waktu itu tepat atau tidak tepat waktunya. Si pemberita Injil harus memberitakan tanpa membuang waktu, mengingat seperti yang tertulis dalam ayat 3. Waktu bagi Paulus sangat penting dan mahal dalam pelayanan.

William Barclay, memberi sebuah perempumaan yang menarik mengenai pentingnya memanfaatkan waktu yang ada untuk memberitakan Injil. Ada tiga roh jahat yang sementara dalam taraf belajar. Tiga roh jahat ini hendak datang ke bumi untuk berlatih dan mereka menyampaikan rencana kerja mereka kepada iblis: roh jahat pertama mengatakan “aku akan menyampaikan kepada manusia bahwa tidak ada Allah”. Iblis menjawab, “itu kurang baik karena jauh dari lubuk hati, manusia tahu bahwa Allah ada.” Roh jahat yang kedua mengatakan, “aku akan memberitahukan kepada manusia bahwa tidak ada neraka.” Iblis menjawab, “itu kurang tepat, sebab manusia pernah merasa menyesal dan merasa berdosa dan mereka sudah merasakan hukuman bagi dirinya.” Roh jahat yang ketiga mengatakan, “aku akan memberitahukan kepada manusia bahwa mereka masih punya cukup waktu.” “Berangkatlah,” kata iblis kepadanya, “kau akan menghacurkan berjuta-juta pengikut Kristus. Bagi Paulus, kemungkinan “besok” itu tak akan pernah datang dan hal-hal yang sangat penting sekali-kali tak boleh ditunda (William Barclay : 2009). Pemberitaan Injil adalah hal utama yang tidak bisa ditunda-tuda karena akan tiba waktunya orang tidak lagi mau mendengar firman Allah. Dalam pemberitaan itu nyatakan apa yang salah, tegorlah apa yang tidak benar dan juga nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Ayat 3-4 menegaskan, mengapa Timotius jangan membuang-buang waktu karena ke depan orang tidak lagi menerima ajaran sehat.

Ayat 5. Paulus mengingatkan Timotius untuk menguasai diri dalam segala hal. Bahasa aslinya mengatakan seperti ini, “tetapi kamu hendaklah tetap siuman dalam segala hal”. Kata kamu dititikberatkan kepada lawan dari guru-guru sesat dan pengikut-pengikut mereka sebab mereka telah dibius dalam ajaran sesat (Rudy Budiman : 2003). Dalam KBBI kata siuman artinya sadar atau ingat kembali. Paulus mau mengingatkan kepada Timotius bahwa memberitakan Injil harus dalam sebuah kesadaran bahwa ada ajaran-ajaran sesat yang lagi berkembang dan bisa mempengaruhi serta merusak ajaran sehat. Siuman ini menurut David L. Bartlett adalah disiplin ajaran dan disiplin hidup sebagai seorang pemberita Injil (David L. Bartlett : 2003).

Kemudian Paulus mengatakan bahwa sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikan tugas pelayananmu. Dalam konteks pelayanan yang demikian, pasti ada penderitaan karena pemberitaan Injil. Penderitaan akan mengikuti komitmen pekerjaan pemberitaan Injil. Secara harafiah pemberitaan Injil berarti orang yang menyibukkan diri dengan Injil, sehingga ada konsekwensi-kosenkwensi dalam kesibukan tersebut. Walaupun demikian, harus melakukan tugas pelayanan sepenuhnya, artinya tanpa kuatir akan akibat-akibatnya dan mengalihkan perhatiannya oleh kesibukan-kesibukan lain.

Ayat 6-8 Paulus berbicara tentang dirinya bahwa ia sebentar lagi meninggal dunia ini karena ia telah menyelesaikan perjuangannya pemberitaan Injil (C. Groenen OFM: 1984). Namun pemberitaan Injil tidak berhenti dengan kematian Paulus, tugas itu harus dilanjutkan oleh Timotius sebagai generasi penerus. Paulus memakai kiasan lomba lari untuk melambangkan pergumulan bagi iman. Paulus merasa gembira bahwa ia boleh mengakhiri hidupnya dan berhasil memelihara iman, kekayaan rohani yang dipercayakan kepadanya. Seperti pemenang lomba lari, tersedia mahkota kemenangan, demikian juga pahala bagi orang-orang setia menunaikan tugas pelayanan.

APLIKASI

Ada beberapa point yang menjadi pokok refleksi:

Pertama, kesunguh-sungguhan dalam menuaikan tugas pelayanan sampai dengan selesai merupakan janji kita di hadapan Tuhan dan jemaatNya. Dalam tata ibadah peneguhan penatua, diaken dan pengajar, pertanyaan adalah: 1. Apakah saudara-saudari dengan segenap hati percaya bahwa Allah sendiri telah memanggil kamu melalui jemaatNya ke dalam pekerjaan yang kudus ini? 2. Apakah saudara-saudari berjanji untuk melayani Tuhan melalui melalui jemaatmu dengan setia dan percaya pada Yesus Kristus selaku dasar gereja sesuai dengan kesaksian Alkitab dan taat pada peraturan-peraturan gereja yang ada? jawabanya adalah: “ya, saya percaya dan berjanji dengan segenap hati.” Jawaban ini merupakan janji pengabdian kepada Tuhan melalui pelayanan sampai dengan selesai. Jawaban itu akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Paulus mengingatkan dengan sungguh-sungguh kepada Timotius akan hal tersebut karena dia sendiri sudah siap untuk mempertanggungjawabkan pelayanannya.

Kedua, disiplin waktu dan disiplin hidup sebagai seorang pemberita Injil. Paulus mengingatkan Timotius agar menggunakan waktu yang ada, jangan sia-siakan waktu karena hari ini tidak sama dengan hari esok. Tuhan memberi kita waktu tertentu dalam periode tertentu untuk menuaikan tugas pelayanan sampai akhirnya. Kita belajar dari Yesus yang setia memikul salib sampai mati di atas kayu salib. Jabatan pelayanan yang ada merupakan “alat kontrol” untuk kedisplinan diri kita dalam pelayanan. Paulus mengingatkan Timotius untuk menjaga dirinya dalam pelayanannya. Sebagai seorang pelayan Tuhan ada konsekwensi-konsekwensi dalam menunaikan tugas pelayanan. Itulah adalah salib bagi seorang pelayan.

Ketiga, orang yang setia menuaikan tugas dengan setia akan menerima mahakota kehidupan. Paulus dengan penuh keyakinan sehingga ia siap menerima kematiannya karena ia telah menuaikan tugas pelayanan dengan baik. Suatu kegembiraan jika kita setia menunaikan tugas dan menyelesaikan kemudian menyerahkan estafet pelayanan kepada orang yang meneruskannya.

Keempat, berakhirnya periode pelayanan kita bukan berarti “tamat” pelayanan di gereja, di rayon, di kategorial-fungsional, pembangunan gereja, dll. Tuhan memilih dan memakai orang lain untuk melanjutkan pelayanan. Jadi jangan berkata, “kalau saya tidak terpilih maka pelayanan akan mati.” Tidak. Paulus akan mati tapi Timotius akan melanjutkan pelayananya. Yesus menderita, mati dan bangkit lalu kembali ke sorga untuk murid-murid melanjutkan pelayanan pemberitaan Injil. Satu biji jagung dimasukan dalam lubang tanah, tumbuh jagung menjadi pohon lalu berbulir dan menghasilkan banyak biji jagung. Amin. (FN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *