YESUS ADALAH JAWABANNYA

YESUS ADALAH JAWABANNYA

Banyak orang menyukai teka teki silang dan dibuat keasyikan saat mengisinya.
Teka teki berupa kotak-kotak hitam putih yang hanya dapat diisi dengan satu jawaban yang tepat dari sekian kemungkinan jawaban yang benar. Jika jawaban dipaksakan, pengisian kotak berikutnya akan macet.
Kehidupan ini pun ibarat kotak-kotak teka teki silang itu juga. Banyak jawaban atas kesulitan hidup yang kemungkinan benar, namun hanya satu jawaban yang paling benar.
Sebagai orang beriman harus berani memilih jawaban yang paling benar agar bisa menjawab pertanyaan berikutnya.

Kita belajar dari Rasul Paulus:

PERTAMA, Ia berkata bahwa “aku tahu” kepada siapa aku percaya (2 Tim. 1:13) bukan “aku berpendapatan”. Hal ini merupakan suatu kepastian mutlak dalam keyakinannya bahwa Yesus adalah Anak Allah, dan bahwa segala sesuatu yang dikatakan itu benar.
Bagaimana Paulus memperoleh kepastian itu? Kurang lebih ada dua hal. Pertama, dia telah memikirkan masak-masak. Dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika, ia mengatakan bahwa “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (I Tes. 5:21). Paulus menghendaki agar supaya semua orang berpikir sebelum menerima apa yang didengar. Tidak hanya mendengar menurut kata orang atau pendapat orang. Ujilah segala sesuatu supaya menjadi tahu yang benar.
Kedua, Paulus telah sungguh-sungguh bertemu Yesus (bdk. I Kor. 15:8), sehingga ia tidak memikirkan Yesus sebagai tokoh yang di dalam buku. Bagi Paulus, Yesus itu seperti seorang yang dikenalnya dan yang dijumpainya setiap hari dan memberikan bimbingan, nasehat dan kekuatan kepadanya. Itulah yang membuat Paulus tidak mengatakan “Aku Tahu apa yang kupercayai,” melainkan “Aku Tahu kepada siapa Aku Percaya”.

KEDUA, bagi Paulus Yesus Kristus adalah Tuhan, itu bukan untuk diperdebatkan.
Jika kita membaca Filipi 2:11, kita menemukan cita-cita Rasul Paulus bahwa suatu saat nanti, setiap orang akan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Bagi Paulus, pusat iman Kristen adalah ke-Tuhan-an Kristus. Dalam hal ini Paulus berdiri di depan dan mengajak kita untuk mengikutinya.
Apa yang dimaksud dengan sebutan itu? Teolog William Barclay berpendapat sbb: Pertama, Yesus Kristus adalah unik, bahwa tak ada seorang pun di seluruh dunia yang seperti Dia, dan juga bahwa Yesus adalah yang paling lembut, paling bijaksana, paling besar dari tokoh manapun. Kedua, bahwa justru oleh karena itu, kita harus bersedia memberikan kepada-Nya segala kasih dan kesetiaan kita yang tak akan kita berikan kepada orang lain. Selanjutnya, yang dimaksud Paulus bahwa Yesus adalah Tuhan yang menguasai seluruh hidup kita, yaitu bahwa di dalam hidup kita tidak ada sebagian yang sekuler, dan sebagian lagi yang suci, sebagian terbuka bagi-Nya, dan sebagian lagi tertutup, melainkan bahwa setiap bagian dalam hidup kita, di rumah, di sekolah, di bidang olahraga, di bidang niaga, di jalan-jalan, dan di dalam gereja, harus disadari akan kehadiran-Nya, dan dikuasai pula oleh ketaatan kepada Kristus.
Inilah hal yang perlu kita pelajari kembali. Kecenderungan kita ialah menjumpai Yesus sebagai orang yang sederajat dengan kita. Kita suka berunding dengan Dia. Yesus tidak mengatakan, “DISKUSILAH AKU,” melainkan “IKUTLAH AKU.” Ada sebuah cerita yang diceritakan oleh William Barclay. Suatu ketika Charles Lamb dan sekelompok pujangga berkumpul dalam sebuah ruangan dan memainkan semacam permainan. Mereka berbuat seolah-olah dapat memanggil kembali tokoh-tokoh sastra terkemuka dari jaman lampau. Lalu mereka berdiskusi tentang bagaimana sambutan mereka apabila tokoh-tokoh itu masuk ke dalam ruangan itu. Ketika semua tokoh-tokoh sejarah telah mereka bicarakan satu persatu, Charles Lamb mengatakan, “Aku dapat menyebut seorang lagi. Seandainya Shakespeare masuk ke dalam kamar ini, kita pasti akan bangkit dan berdiri untuk menghormatinya; tetapi kalau Yesus, yaitu Tuhan masuk ke dalam ruangan ini, pastilah kita semua akan berlutut dan berusaha mencium ujung jubah-Nya.”
Bagi Paulus, Yesus adalah TUHAN. Yesus bukan orang yang ia ajak berdebat, atau yang ia perdebatan. Yesus adalah Tuhan dan Raja dalam hidupnya, yang secara mutlak disembah dan ditaati.
Yesus Kristus adalah jawaban yang tepat dan tidak salah percaya. Bukan sebuah pilihan dari kemungkinan. (FN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *